klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Empat Kebakaran Lahan Terjadi di Gresik dalam Dua Hari, Damkar Ingatkan Bahaya Pembakaran Sampah Tanpa Pengawasan

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Petugas Damkar Gresik Kabupaten Gresik berupaya memadamkan api yang membakar lahan akibat pembakaran sampah. (Dok/Damkar Gresik for Klikjatim.com)
Petugas Damkar Gresik Kabupaten Gresik berupaya memadamkan api yang membakar lahan akibat pembakaran sampah. (Dok/Damkar Gresik for Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Gresik mencatat sedikitnya empat kejadian kebakaran lahan dalam kurun waktu 1–2 Agustus 2026. Mayoritas insiden diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah maupun pembersihan lahan yang dilakukan tanpa pengawasan hingga api merembet ke area rumput kering dan tumpukan sampah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Suyono, mengatakan rangkaian kebakaran tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama saat kondisi cuaca berangin dan vegetasi dalam keadaan kering.

"Sebagian besar kebakaran lahan yang kami tangani diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah atau pembersihan lahan yang tidak diawasi. Kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan karena api sangat mudah merambat ke rumput ilalang maupun material yang mudah terbakar," kata Suyono.

Kebakaran pertama terjadi pada Sabtu (1/8) sekitar pukul 18.49 WIB di lahan kosong Perumahan PPS II, Jalan Permata Boulevard, Desa Suci, Kecamatan Manyar. Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang ditinggalkan sehingga merembet ke hamparan ilalang kering akibat tiupan angin.

Petugas Pos Kota mengerahkan satu unit mobil pemadam Karba P.08 dan satu unit mobil suplai air Toyota Dyna P.01. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian tersebut.

Pada hari yang sama, kebakaran juga melanda lahan di Dusun Pasinan, Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo. Api diduga berasal dari pembakaran saat membersihkan lahan yang akan digunakan untuk menjemur kunyit. Kobaran api kemudian menjalar ke tumpukan sampah berupa spons dan plastik sehingga proses pemadaman berlangsung lebih dari tiga jam.

Menurut Suyono, material spons dan plastik menjadi kendala utama karena mudah terbakar dan menyulitkan proses pemadaman.

Sementara itu, pada Minggu (2/8) sekitar pukul 02.35 WIB, laporan kebakaran lahan kembali diterima dari kawasan Singorejo, Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas. Saat petugas tiba di lokasi, api yang membakar rumput ilalang telah padam sehingga petugas hanya melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 11.10 WIB, kebakaran lahan kosong kembali terjadi di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas. Petugas Pos Kota segera melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 25 menit tanpa menimbulkan korban.

Suyono menegaskan, seluruh kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, ia mengingatkan bahwa kebakaran lahan berpotensi membesar apabila tidak segera dilaporkan.

"Kami mengajak masyarakat segera melapor apabila melihat kebakaran sekecil apa pun agar bisa segera ditangani sebelum meluas. Yang lebih penting lagi adalah menghindari pembakaran sampah maupun pembersihan lahan dengan cara dibakar tanpa pengawasan," tegasnya.

Damkar Gresik juga mengimbau masyarakat untuk memastikan api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran serta tidak membuang puntung rokok di area lahan kering guna mencegah kejadian serupa terulang.

Editor :