klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Menghemat Tenaga Pasien, JNE Antar Obat Langsung dari Rumah Sakit

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Layanan antar obat hasil kolaborasi antara JNE dan sejumlah rumah sakit di wilayah Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi
Layanan antar obat hasil kolaborasi antara JNE dan sejumlah rumah sakit di wilayah Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi

KLIKJATIM.Com | Jember  - Siang itu, ruang tunggu RSUD dr. Soebandi Jember dipenuhi pasien. Sebagian duduk menunggu giliran pemeriksaan, sebagian lainnya tampak berbaring di brankar sambil menanti panggilan dokter. Bagi banyak pasien rawat jalan, perjuangan belum selesai setelah bertemu dokter. Masih ada satu tahap yang kerap menguras waktu dan tenaga: menunggu obat di instalasi farmasi.

Bagi pasien yang sedang lemah atau harus segera pulang untuk beristirahat, antrean farmasi sering kali menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit yang harus menunggu hingga berjam-jam sebelum obat yang diresepkan selesai disiapkan.

Kondisi itulah yang melatarbelakangi hadirnya layanan antar obat hasil kolaborasi antara JNE dan sejumlah rumah sakit di wilayah Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi. Melalui layanan ini, pasien tidak lagi harus bertahan menunggu di rumah sakit hingga obat selesai diracik. Obat dapat langsung dikirim ke rumah oleh kurir JNE.

Koordinator Sales Retail JNE Jember, Susanto Doni Putra, mengatakan layanan tersebut merupakan bagian dari pengembangan bisnis perusahaan di sektor kesehatan yang sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang lebih praktis.

“Tujuan utamanya membantu mengurai antrean di farmasi. Pasien yang memiliki keperluan lain atau ingin segera pulang tidak perlu menunggu lama. Obatnya bisa langsung dikirim ke rumah melalui layanan JNE,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Bagi pasien, layanan ini menghadirkan kenyamanan yang sederhana namun berarti. Setelah menjalani pemeriksaan, mereka cukup menyerahkan proses pengiriman kepada petugas JNE yang berjaga di area rumah sakit. Selanjutnya, petugas akan mengurus administrasi hingga obat siap diambil dari farmasi dan dikirimkan ke alamat pasien.

“Kalau istilah sederhananya, kami yang menggantikan proses antre menunggu obat itu. Setelah obat siap, kurir langsung mengambil dan mengirimkan ke rumah pasien,” kata Doni.

Dari Logistik ke Layanan Kesehatan
Di balik layanan yang terlihat sederhana tersebut, tersimpan peluang bisnis baru bagi perusahaan logistik. JNE melihat sektor kesehatan sebagai ruang yang membutuhkan dukungan distribusi yang cepat, aman, dan tepat waktu.

Awalnya, kerja sama hanya sebatas pengiriman obat berdasarkan permintaan dari pihak farmasi. Namun seiring meningkatnya kebutuhan, JNE mengembangkan konsep layanan yang lebih terintegrasi dengan menempatkan petugas khusus di rumah sakit.

Model ini pertama kali diterapkan di RSUD dr. Soebandi Jember setelah melalui serangkaian pembahasan bersama manajemen rumah sakit. Kini layanan serupa juga telah berjalan di RSD Balung, RSD Genteng Banyuwangi, dan direncanakan segera hadir di RSD Blambangan.

Karena berkaitan langsung dengan kebutuhan kesehatan masyarakat, JNE menerapkan standar penanganan khusus. Obat dikirim menggunakan tas khusus, tersedia layanan instan untuk kebutuhan mendesak, dan perusahaan bahkan tengah mengembangkan sistem penanganan untuk obat yang memerlukan suhu dingin.

“Pengiriman obat tentu berbeda dengan paket biasa. Ada prosedur dan perlakuan khusus yang harus kami jalankan agar kualitas obat tetap terjaga hingga diterima pasien,” jelas Doni.

Pertumbuhan Signifikan
Respons masyarakat terhadap layanan ini ternyata melampaui ekspektasi. Sejak diluncurkan pada Desember 2025 di RSUD dr. Soebandi, jumlah pengiriman terus meningkat tajam.

Jika pada awal operasional hanya melayani sekitar 30 hingga 50 pengiriman per hari, kini jumlahnya mencapai 200 hingga 300 pengiriman setiap hari.

Lonjakan permintaan tersebut mendorong JNE menambah jumlah petugas dan kurir yang bertugas di rumah sakit. Di RSUD dr. Soebandi saja, sekitar 10 personel disiagakan untuk memastikan seluruh obat yang telah siap dapat diantar pada hari yang sama.

“Karena animo masyarakat cukup tinggi, kami menambah petugas lagi sesuai kebutuhan. Bahkan kalau obat baru selesai sore atau malam hari, tetap kami upayakan sampai ke pasien sesuai standar layanan,” ujarnya.

Inovasi yang Mengubah Pengalaman Pasien
Direktur RSUD dr. Soebandi, I Nyoman Semita, menyebut layanan yang diberi nama Soebat–JNE (Soebandi Antar Obat Tanpa Antre) tersebut sebagai bagian dari transformasi pelayanan kesehatan yang lebih modern dan berorientasi pada kenyamanan pasien.

Menurutnya, inovasi ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga membantu mengurangi kepadatan antrean di instalasi farmasi sehingga alur pelayanan rumah sakit menjadi lebih efektif.

“Ini adalah bentuk transformasi layanan kesehatan yang lebih modern dan berorientasi pada kenyamanan pasien,” katanya.

Kolaborasi antara rumah sakit dan perusahaan logistik ini menunjukkan bagaimana inovasi bisnis dapat hadir dari kebutuhan sehari-hari masyarakat. Bagi pasien, waktu yang sebelumnya habis untuk menunggu di ruang farmasi kini dapat digunakan untuk beristirahat di rumah. Sementara bagi rumah sakit, berkurangnya kepadatan antrean membantu meningkatkan kualitas pelayanan secara keseluruhan.

Di tengah tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin cepat dan praktis, layanan antar obat menjadi contoh bahwa inovasi tidak selalu hadir dalam bentuk teknologi canggih. Kadang, solusi sederhana berupa pengantaran obat ke rumah justru mampu memberikan dampak nyata bagi ribuan pasien setiap harinya

Editor :