KLIKJATIM.Com | Malang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 772 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya sepanjang Mei 2026.
Aktivitas kegempaan tersebut didominasi gempa dangkal yang dipicu pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia serta aktivitas patahan lokal.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, mengatakan magnitudo gempa terbesar yang tercatat selama Mei 2026 mencapai 4,76, sedangkan magnitudo terkecil sebesar 1,01.
Berdasarkan kedalaman pusat gempa, sebanyak 624 kejadian merupakan gempa dangkal, 147 gempa menengah, dan satu gempa dalam.
“Pada Bulan Mei 2026 di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya terjadi 772 kejadian gempa bumi. Magnitudo terbesar pada periode ini adalah M 4.76 dan magnitudo terkecil yaitu M 1.01,” ujar Ricko, Senin (1/6/2026).
BMKG mencatat aktivitas gempa tertinggi terjadi pada 13 Mei 2026 dengan 61 kejadian. Sementara aktivitas terendah terjadi pada 6 Mei 2026 dengan 12 kejadian gempa bumi.
Menurut Ricko, tingginya aktivitas kegempaan di Jawa Timur masih didominasi oleh proses subduksi atau penunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia di selatan Pulau Jawa.
“Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal,” katanya.
Meski ratusan gempa tercatat sepanjang Mei, hanya empat kejadian gempa yang dirasakan masyarakat.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi terkait gempa bumi dan peringatan dini tsunami dapat diperoleh melalui kanal resmi BMKG.
Ricko menegaskan masyarakat perlu terus meningkatkan kewaspadaan mengingat Jawa Timur merupakan salah satu wilayah yang aktif secara tektonik akibat pengaruh zona subduksi dan keberadaan sejumlah sesar aktif.
Editor : Wahyudi