KLIKJATIM.Com | Surabaya -Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 149 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya selama periode 15 hingga 21 Mei 2026.
Aktivitas gempa didominasi gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, mengatakan magnitudo gempa terbesar pada periode tersebut mencapai 4,39, sedangkan magnitudo terkecil 1,1.
“Pada satu minggu terakhir telah terjadi sebanyak 149 kejadian gempa bumi dengan magnitudo yang terbesar 4,3 dan magnitudo terkecil 1,1,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Ricko, berdasarkan kedalaman pusat gempa, sebanyak 120 kejadian merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer.
“Gempa pada minggu ini didominasi oleh gempa dengan kedalaman dangkal kurang dari 60 kilometer sebanyak 120 kejadian,” katanya.
Selain itu, BMKG mencatat 29 kejadian gempa berkedalaman menengah dan tidak terdapat gempa dalam selama periode tersebut.
Aktivitas gempa tertinggi terjadi pada 20 Mei 2026 dengan 30 kejadian, sedangkan aktivitas terendah terjadi pada 15 Mei 2026 dengan 16 kejadian gempa bumi.
Ricko menjelaskan penyebab utama aktivitas gempa di Jawa Timur masih dipengaruhi pertemuan lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia.
“Faktor penyebab aktivitas pada minggu ini masih seperti biasanya yaitu didominasi oleh aktivitas subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australi yang menunjam di bawah lempeng Eurasia yang menyebabkan gempa bumi di selatan Laut Jawa,” ujarnya.
Selain itu, gempa di daratan Pulau Jawa dipicu aktivitas sesar aktif.
“Untuk gempa bumi yang terjadi di daratan dipicu oleh aktivitas sesar aktif di daratan Pulau Jawa,” kata Ricko.
Editor : Wahyudi