KLIKJATIM.Com | Gresik – Sebuah truk box yang mengangkut barang milik perusahaan ekspedisi terguling di perempatan lampu merah Jalan Veteran–Mayjen Sungkono, tepatnya di kawasan Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Minggu (5/7/2026) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski dua sepeda motor tertimpa badan truk.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Berdasarkan informasi di lokasi, truk yang melaju dari arah Surabaya hendak berbelok kiri menuju Jalan Mayjen Sungkono. Saat bermanuver, kendaraan diduga kehilangan keseimbangan hingga oleng dan akhirnya terguling.
Truk kemudian menimpa dua sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah. Selain itu, satu sepeda motor lainnya dan sebuah mobil pikap juga tersenggol sehingga mengalami kerusakan ringan.
Salah seorang korban, FA (34), mengatakan saat kejadian dirinya tengah berhenti di lajur kiri Jalan Mayjen Sungkono menggunakan sepeda motor Honda CBR bernopol W 450 AG untuk berangkat bekerja ke arah Surabaya.
"Saya refleks meloncat dari motor karena melihat truk sudah miring saat belok sebelum akhirnya terguling," ujarnya.
Warga Mengare, Kecamatan Bungah, itu mengaku selamat tanpa mengalami luka karena berhasil menghindar. Namun sepeda motor yang dikendarainya rusak parah setelah tertimpa badan truk.
"Alhamdulillah saya tidak kena. Pemilik motor satunya juga sempat meloncat sebelum truk jatuh," katanya.
Pantauan di lokasi, proses evakuasi truk selesai sekitar pukul 08.50 WIB menggunakan bantuan forklift. Dua sepeda motor, yakni Honda CBR dan Honda Beat, mengalami kerusakan berat akibat tertimpa truk. Sementara satu motor Beat lainnya serta sebuah mobil pikap hanya mengalami kerusakan ringan.
Petugas Satlantas Polres Gresik yang berada di lokasi menyebut truk tersebut datang dari arah Benowo dan hendak menuju Lamongan.
Hingga kini Unit Gakkum Satlantas Polres Gresik masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Arus lalu lintas di Jalan Mayjen Sungkono sempat tersendat selama proses evakuasi, namun tetap dapat dikendalikan.
Editor : Abdul Aziz Qomar