klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Petrokimia Gresik Jadikan Carbon Capture Andalan Transformasi Hijau di Usia ke-54

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Kawasan Pabrik Petrokimia Gresik yang tetap beroperasi di malam hari. (Dok/PG for Klikjatim.com)
Kawasan Pabrik Petrokimia Gresik yang tetap beroperasi di malam hari. (Dok/PG for Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Memasuki usia ke-54 tahun, PT Petrokimia Gresik tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga mempercepat transformasi menuju industri yang lebih ramah lingkungan. Salah satu langkah strategis yang menjadi sorotan adalah penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi perusahaan.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan perusahaan telah ditunjuk Kementerian Perindustrian sebagai proyek percontohan penerapan teknologi CCU pada 2025. Program tersebut menjadi bagian dari peta jalan dekarbonisasi Petrokimia Gresik periode 2025–2030.

Menurut Daconi, transformasi yang dilakukan perusahaan tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing industri pupuk, tetapi juga memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan.

"Transformasi bukan sekadar membuat perusahaan menjadi lebih besar, tetapi menjadikan Petrokimia Gresik lebih adaptif, efisien, dan tangguh dalam menjawab tantangan masa depan," ujarnya saat peringatan HUT ke-54 perusahaan.

Selain memperkuat agenda hijau, Petrokimia Gresik juga mencatat pertumbuhan produksi. Sepanjang 2025, produksi pupuk mencapai 4.683.477 ton atau meningkat dibandingkan realisasi 2024 sebesar 4.474.914 ton.

Kinerja positif itu berlanjut pada semester pertama 2026. Hingga Juni, produksi pupuk telah mencapai 2.716.141 ton, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2.431.506 ton.

Untuk menopang pertumbuhan tersebut, perusahaan menjalankan sejumlah proyek strategis. Di antaranya memodifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V dengan teknologi Flex-Phos yang memungkinkan satu fasilitas memproduksi beberapa jenis pupuk sesuai kebutuhan pasar.

Petrokimia Gresik juga membangun dua tangki penyimpanan asam sulfat berkapasitas total 40 ribu ton, sehingga kapasitas penyimpanan meningkat menjadi 100 ribu ton setelah proyek selesai.

Di sektor logistik, perusahaan tengah membangun Dermaga A yang mampu melayani kapal hingga 60 ribu DWT dengan kapasitas bongkar muat mencapai 4 juta ton per tahun. Sementara dari sisi energi, perusahaan memperkuat pasokan gas melalui kerja sama pengembangan Lapangan MDA-MBH di Selat Madura dan Wilayah Kerja Ketapang yang diproyeksikan mampu menopang operasional hingga 2035.

Daconi menegaskan, pengalaman lebih dari lima dekade menjadi modal bagi Petrokimia Gresik untuk terus berinovasi. Melalui penguatan operasional sekaligus percepatan dekarbonisasi, perusahaan menargetkan tetap menjadi penopang sektor pertanian nasional sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan emisi industri di Indonesia.

Editor :