klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Pamekasan, Optimistis Perkuat Daya Beli Masyarakat dan Berdayakan UMKM

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar Pasar Murah ke-84 di Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar Pasar Murah ke-84 di Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.

KLIKJATIM.Com | Pamekasan – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali menggelar Pasar Murah ke-84 di halaman Kantor Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Agenda ini digelar sebagai bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan laju inflasi, memperkuat daya beli masyarakat, sekaligus memberdayakan pelaku UMKM lokal.

Sejak pagi hari, masyarakat tampak memadati lokasi acara untuk mendapatkan berbagai komoditas pangan berkualitas dengan harga terjangkau di bawah harga pasaran.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penyelenggaraan Pasar Murah merupakan bentuk intervensi konkret Pemprov Jatim untuk menjamin aksesibilitas pangan murah bagi warga. Program ini juga menjadi instrumen penetrasi inflasi daerah yang dipantau secara berkala bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Setiap Selasa ada rakor bersama Mendagri soal inflasi, maka sebetulnya ini bagian dari kita melakukan penetrasi dari kemungkinan terjadinya potensi inflasi. Kita terus keliling melakukan penjangkauan dan memaksimalkan penguatan daya beli masyarakat melalui pasar murah," ujar Khofifah pada Selasa (21/7/2026).

Dalam gelaran tersebut, sejumlah komoditas kebutuhan pokok dijual dengan besaran subsidi yang signifikan. Di antaranya beras premium Rp14.000/kg, beras medium Rp11.000/kg, minyak goreng Rp13.000/liter, telur ayam ras Rp20.000/pak, tepung terigu Rp10.000/kg, gula pasir Rp14.000/kg, bawang putih dan bawang merah Rp6.000/250 gram, paket cabai Rp5.000/200 gram, serta daging ayam ras Rp32.000/kg.

Khofifah menjelaskan bahwa selisih harga komoditas dalam Pasar Murah dirancang untuk memberikan dampak riil bagi keuangan rumah tangga masyarakat.

"Misalnya daging ayam di Pamekasan harga Rp39.000–Rp40.000 per kg, kita menjual di sini Rp32.000 per kg. Lalu MinyaKita mungkin di pasar harganya sampai Rp16.000 per liter, di sini kita jual Rp13.000 per liter, kemudian gula harganya rata-rata Rp17.500 per kg, kita jual di sini Rp14.000 per kg," terangnya.

"Jadi pada dasarnya pasar murah sifatnya meluaskan penjangkauan kepada masyarakat. Mudah-mudahan daya beli mereka semakin kita siapkan di pasar murah, semakin terjangkau dan stabilisasi harga bisa kita lakukan," tambah Khofifah.

Tak sekadar menjadi pengendalikan gejolak harga, Pasar Murah ini turut difungsikan sebagai etalase dan wadah inkubasi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Pemprov Jatim memanfaatkan momen ini untuk kurasi produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

"Selalu ada UKM yang memberseiringi Pasar Murah untuk menguatkan posisi UKM di mana saja supaya UKM naik kelas. Tampak sederhana tapi ini adalah proses bagaimana kita saling melihat produk-produk UKM di setiap titik Pasar Murah sambil melakukan kurasi," ungkapnya.

Produk UMKM yang lolos kualifikasi akan mendapatkan pendampingan lanjutan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) maupun Dinas Koperasi dan UKM Jatim, serta berpeluang diikutsertakan dalam ajang Misi Dagang skala nasional hingga internasional.

Melalui konsistensi penyelenggaraan Pasar Murah di seluruh penjuru Jawa Timur, Khofifah optimistis keterjangkauan rantai pasok pangan akan menekan gejolak harga, memperkuat ketahanan ekonomi warga, serta mendorong UMKM daerah terus berkembang.

Editor :