klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

BPJS Ketenagakerjaan dan Kemenag Tuban Perkuat Komitmen Perlindungan Tenaga Kependidikan

avatar M Nur Afifullah
  • URL berhasil dicopy
Sosial Ketenagakerjaan bagi lembaga madrasah yang digelar pada Selasa (12/04/2026
Sosial Ketenagakerjaan bagi lembaga madrasah yang digelar pada Selasa (12/04/2026

KLIKJATIM.Com | Tuban - BPJS Ketenagakerjaan Tuban terus tancap gas memperluas perlindungan bagi tenaga pendidik. Kali ini, mereka menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban untuk memastikan guru dan tenaga kependidikan di madrasah mendapatkan jaminan sosial yang layak.


Langkah konkret itu diwujudkan lewat sosialisasi Program Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi lembaga madrasah yang digelar pada Selasa (12/04/2026). Kegiatan ini juga melibatkan Kejaksaan Negeri Tuban sebagai bentuk penguatan sinergi lintas instansi.


Kepala Kemenag Tuban, Umi Kulsum, menegaskan bahwa, kepesertaan dalam BPJS Ketenagakerjaan bukan lagi sekadar pilihan. Menurutnya, hal itu sudah menjadi kewajiban sesuai edaran dari Kemenag pusat.


“Ini penting agar seluruh tenaga pendidik memiliki perlindungan kerja yang jelas. Kami harap seluruh madrasah segera menindaklanjuti,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tuban, Anita Riza Chaerani, mengapresiasi respons cepat Kemenag. Ia menyebut, hingga kini sudah sekitar 120 madrasah yang bergabung dalam program tersebut.


“Harapannya tentu semakin banyak yang ikut. Karena manfaatnya nyata, mulai dari jaminan kematian hingga hari tua,” jelasnya.


Suasana haru sempat menyelimuti acara saat dilakukan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), serta beasiswa pendidikan kepada ahli waris guru yang telah meninggal dunia. Momen ini menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam memberikan perlindungan.


Tak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada Kemenag Tuban dan Kejaksaan Negeri Tuban atas dukungan penuh mereka terhadap program perlindungan pekerja.


"Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap tidak ada lagi keraguan dari pihak madrasah untuk mendaftarkan guru dan tenaga kependidikan, demi terciptanya rasa aman dan kesejahteraan di lingkungan pendidikan," pungkasnya

Editor :