klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Program Konservasi Mangrove Berkelanjutan, PGN Saka dan Desa Binaan Raih Penghargaan dari Gubernur Jatim

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
PGN Saka (Saka Indonesia Pangkah Limited) bersama empat kelompok masyarakat (Pokmas) binaannya di Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, sukses meraih penghargaan atas komitmen konservasi mangrove.
PGN Saka (Saka Indonesia Pangkah Limited) bersama empat kelompok masyarakat (Pokmas) binaannya di Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, sukses meraih penghargaan atas komitmen konservasi mangrove.

KLIKJATIM.Com | Tuban – Puncak perhelatan Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 yang berlangsung di Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Rabu (29/7/2026), menjadi catatan penting bagi komitmen pelestarian lingkungan pesisir.

Dalam ajang tahunan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan penghargaan atas program konservasi mangrove berkelanjutan kepada Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN Saka).

Apresiasi dari Pemprov Jawa Timur ini tidak hanya diraih oleh manajemen perusahaan, melainkan juga diberikan kepada empat kelompok masyarakat (Pokmas) binaan PGN Saka yang berdomisili di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.

Keempat kelompok penerima penghargaan tersebut meliputi Kelompok Pelestari Mangrove Pokmaswas Desa Pangkahwetan, Pokmaswas Desa Pangkahkulon, Pokmaswas Desa Banyuurip, serta Pokja Pelestari Mangrove Desa Banyuurip.

External Relation Supervisor PGN Saka, Subali, mengutarakan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap konsistensi pengawalan program lingkungan yang dijalankan perusahaan bersama warga.

"Hari ini kami PGN Saka sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah yang telah memberikan apresiasi berupa pemberian penghargaan atas program konservasi mangrove kami. Bagi PGN Saka, ini penghargaan untuk ketiga kalinya terkait mangrove. Lebih menggembirakan lagi, empat kelompok masyarakat binaan PGN Saka di Ujungpangkah juga mendapat penghargaan. Semoga ini semakin memotivasi kami," ujar Subali, Rabu (29/7/2026).

Prosesi penyerahan penghargaan dalam ajang Festival Mangrove ini turut disaksikan oleh Anggota DPD RI Lia Istifhama, Dirjen Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kemenhut RI Dyah Murtiningsih, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup RI Hanifah Dwi Nirwana, jajaran DPRD Jatim, TNI AL, para kepala daerah, musisi Kaka Slank, serta pemangku kepentingan lingkungan hidup se-Jawa Timur. Adapun Pemerintah Kabupaten Gresik yang turut menerima penghargaan diwakili oleh Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif.

Secara historis, keberadaan ekosistem mangrove di kawasan pesisir Ujungpangkah—khususnya area muara Bengawan Solo—telah dipetakan sebagai zona krusial. Berdasarkan Perda Tata Ruang Kabupaten Gresik, wilayah ini ditetapkan sebagai kawasan konservasi mangrove. Ketetapan tersebut diperkuat oleh Keputusan Gubernur Jawa Timur mengenai penetapan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Ujungpangkah.

Kendati telah berstatus kawasan perlindungan, luasan tutupan mangrove di wilayah tersebut terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Tekanan terhadap ekosistem alami ini dipicu oleh akumulasi laju abrasi pantai, alih fungsi (konversi) hutan bakau menjadi tambak maupun lahan pertanian, aktivitas reklamasi pesisir, serta praktik penebangan liar (illegal logging).

Merespons potensi ancaman kerusakan lingkungan tersebut, PGN Saka merancang program intervensi berupa konservasi mangrove dan perlindungan keanekaragaman hayati secara sistematis di pesisir Ujungpangkah.

Inisiatif program yang telah dirintis PGN Saka mencakup pelatihan kapasitas bagi kelompok Rukun Nelayan dan Pokmaswas dalam pembuatan sarana pembibitan, penanaman vegetasi secara berkala di zona rentan, hingga perintisan rintisan ekowisata berbasis lingkungan.

Saat ini, kebun pembibitan mangrove mandiri yang dikelola oleh Rukun Nelayan Tirta Buana Desa Banyuurip dan Pokmaswas Muara Tangguh Desa Pangkahwetan telah berproduksi secara optimal dengan kapasitas hingga ratusan ribu bibit mangrove per tahun.

"Dalam program konservasi atau pelestarian mangrove ini kami menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat. Bagaimana masyarakat memiliki kesadaran dan kepedulian pada potensi dan permasalahan lingkungan di sekitarnya," jelas Subali.

Bagi PGN Saka, program pemulihan pesisir ini tidak sekadar memenuhi kewajiban Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM). Langkah ekologis tersebut menjadi tolak ukur kinerja lingkungan perusahaan dalam memenuhi prinsip beyond compliance, yang menyokong penilaian kinerja ketaatan lingkungan (PROPER), pemenuhan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), serta penerapan tata kelola berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

Editor :