klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dukung Indonesia Jadi Kiblat Dunia, Gubernur Khofifah Bareng Kaka Slank Tanam Mangrove di Tuban

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama musisi Kaka Slank dan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky turun langsung menanam cemara udang dan pandan laut.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama musisi Kaka Slank dan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky turun langsung menanam cemara udang dan pandan laut.

KLIKJATIM.Com | Tuban – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan komitmen Jawa Timur untuk terus menjadi leading province dalam pelestarian ekosistem pesisir. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya mendorong Indonesia sebagai leading country dalam pembinaan dan pemulihan ekosistem mangrove di tingkat global.

Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata dalam puncak peringatan Hari Mangrove Sedunia melalui gelaran Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 yang dipusatkan di Pantai Panduri, Kabupaten Tuban, Rabu (29/7/2026).

Festival tahunan yang memasuki penyelenggaraan ke-10 ini berlangsung semarak dengan memadukan aksi ekologi, pameran UMKM olahan pesisir, seni budaya, peragaan busana batik berbahan pewarna alami mangrove, hingga penanaman vegetasi pantai. Gubernur Khofifah melakukan aksi nandur vegetasi asosiasi berupa cemara udang dan pandan laut bersama musisi Kaka Slank (Akhadi Wira Satriaji), Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, serta ratusan peserta festival.

Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa Indonesia menguasai sekitar 3,45 juta hektare kawasan mangrove atau menyumbang 23 persen dari total luasan mangrove dunia. Kekayaan alam yang masif tersebut harus diselaraskan dengan kepemimpinan nasional dalam melahirkan gagasan dan inovasi pelestarian lingkungan.

"Indonesia memiliki mangrove terbesar di dunia, yakni sekitar 3,45 juta hektare atau 23 persen dari total mangrove dunia. Karena itu, Jawa Timur siap menjadi leading province yang mendorong Indonesia menjadi leading country. Inisiatif-inisiatif pelestarian harus lahir dari kita sehingga Indonesia dapat menjadi kiblat sekaligus role model bagi dunia," tegas Gubernur Khofifah, Kamis (30/7/2026).

Di tingkat regional, Gubernur Khofifah membeberkan bahwa capaian rehabilitasi mangrove di Jawa Timur terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup / Kepala BPLH Nomor 3438 Tahun 2025 tentang Peta Mangrove Nasional, luas mangrove Jawa Timur meningkat melesat dari 27.221 hektare pada 2021 menjadi 31.067 hektare pada 2025, atau bertambah 3.846 hektare dalam kurun empat tahun terakhir.

Capaian impresif ini menobatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan kawasan mangrove terluas di Pulau Jawa, yakni mendominasi hingga 47,85 persen dari total luasan mangrove se-Pulau Jawa.

Keberhasilan penambahan tutupan hijau pesisir tersebut merupakan buah manis dari kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, BUMN, swasta, akademisi, hingga masyarakat pesisir melalui Gerakan Mangrove Lestari. Selain aksi tanam, Pemprov Jatim menerapkan pendekatan karakteristik ekologi dengan menanam vegetasi pendukung seperti cemara laut dan pandan laut agar struktur benteng pantai berdaya guna secara optimal.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah meresmikan Pantai Panduri sebagai destinasi wisata edukasi mangrove melalui penandatanganan prasasti bersama jajaran Kementerian Kehutanan, Dinas Kehutanan Jatim, dan Bupati Tuban. Aksi lingkungan ini turut ditandai dengan penanaman 700 bibit pohon serta pelepasan 100 ekor burung perkutut ke alam bebas.

Gubernur juga menyerahkan apresiasi kepada 21 tokoh, Pemda, instansi, dan perusahaan yang terbukti memberikan kontribusi nyata. Penerima penghargaan tersebut di antaranya Bupati Tuban, Wakil Bupati Gresik, Wakil Bupati Lamongan, Kepala BI Jatim, PT TPPI, PT Pertamina Patra Niaga FT Tuban, PT Petrowell Energi, PT Saka Indonesia Pangkah Ltd, hingga tokoh lingkungan Ali Mansyur.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menyampaikan apresiasi atas dipercayakannya Tuban sebagai tuan rumah perhelatan ke-10 ini. Menurutnya, perbaikan pesisir berdampak langsung pada kesejahteraan warga karena 30 hingga 40 persen masyarakat Tuban menggantungkan hidup sebagai nelayan.

"Festival Mangrove ini menjadi pilot project strategis untuk memahamkan masyarakat. Mangrove bukan hanya mencegah abrasi, melainkan mampu menyerap karbon, menghadirkan ekosistem baru bagi ikan dan kepiting, bahkan buahnya bisa diolah menjadi tepung hingga kopi tanpa kafein," ungkap Bupati yang akrab disapa Mas Lindra tersebut.

Dukungan senada diutarakan Dirjen Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan, Dyah Murtiningsih. Pihaknya memuji konsistensi Jawa Timur dalam menjaga ruang hidup kawasan pesisir.

Tercatat hingga tahun ini, Kemenhut bersama Pemprov Jatim dan para pemangku kepentingan telah berhasil memulihkan kawasan mangrove seluas 1.643 hektare di wilayah Jawa Timur.

Editor :