KIKJATIM.Com | Gresik - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan PT Freeport Indonesia (PTFI) berlangsung serentak di sejumlah wilayah, mulai dari Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Jakarta, hingga Gresik.
Sebanyak 78 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang telah dikukuhkan menjalankan tugas dengan sukses dalam mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara peringatan kemerdekaan tahun ini.
Di area lowland, upacara dipimpin Direktur dan Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara di area highland, Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, memimpin upacara sekaligus menyampaikan amanat kepada seluruh keluarga besar PTFI.
Melalui sambungan virtual, amanat Tony Wenas juga tersampaikan kepada insan PTFI yang berada di berbagai lokasi operasional dan kantor perusahaan, termasuk Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Jakarta, hingga Gresik.
Dalam amanatnya, Tony menegaskan bahwa momentum kemerdekaan bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan dan membangun kembali semangat setelah PTFI melewati berbagai tantangan.
Semangat tersebut terangkum dalam tema “One Freeport dari Timur untuk Indonesia, Kita Bangkit Bersama.” Bagi PTFI, tema ini mencerminkan tekad seluruh keluarga besar perusahaan untuk tetap bersatu dalam keberagaman, mengedepankan gotong royong, serta memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.
Semangat itu juga diperkuat dengan penerapan nilai-nilai perusahaan SINCERE, yakni Safety, Integrity, Commitment, Respect, dan Excellence.
“Dari lokasi yang berbeda, Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Jakarta, dan Gresik, kita semua membaur menjadi satu keluarga besar Freeport Indonesia, One Freeport, dengan satu tekad dan tujuan, yaitu menjalankan produksi secara aman dan selamat untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ujar Tony.
Namun, di balik peringatan kemerdekaan tersebut, PTFI juga mengenang para pekerja yang gugur saat menjalankan tugas. Tony mengajak seluruh insan perusahaan untuk tidak melupakan insiden luncuran material basah di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025 yang menyebabkan tujuh karyawan meninggal dunia.
Tantangan keamanan juga terjadi pada kuartal pertama 2026 ketika sejumlah aksi penembakan mengakibatkan dua karyawan menjadi korban.
Menurut Tony, berbagai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional.
“Tidak ada yang lebih berharga daripada keselamatan jiwa rekan kerja kita. Setiap target produksi dan keberhasilan operasional hanya memiliki makna apabila seluruh insan yang menjalankannya dapat kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarga mereka dalam keadaan selamat,” tegasnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, PTFI terus berupaya bangkit melalui kerja keras, dedikasi, serta koordinasi yang kuat antara tim operasi dan tim pendukung. Upaya tersebut dilakukan seiring dengan proses pemulihan operasional dan peningkatan kembali kapasitas produksi.
Pasca insiden luncuran material, kapasitas produksi PTFI diproyeksikan mencapai sekitar 65 persen pada akhir semester kedua 2026.
Bagi Tony, semangat Bangkit Bersama menjadi modal penting bagi PTFI untuk melewati masa pemulihan sekaligus menjaga komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi dan tumbuh bersama masyarakat dalam jangka panjang.
Peringatan HUT RI pun menjadi penegasan kembali bahwa meski berada di lokasi yang berbeda, seluruh insan PTFI tetap menjadi satu keluarga besar—One Freeport, dari Timur untuk Indonesia.
Editor : Wahyudi