klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Verval Data Warga Miskin Jember Hadapi Medan Berat, ASN Tempuh Jalur Ekstrem Demi Akurasi Bansos

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Sejumlah ASN melakukan proses verifikasi dan validasi data dengan menemui langsung warga yang tercatat dalam kategori desil 1. (Dok)
Sejumlah ASN melakukan proses verifikasi dan validasi data dengan menemui langsung warga yang tercatat dalam kategori desil 1. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melibatkan sekitar 22 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) data warga miskin kategori desil 1 yang mencakup 97 ribu jiwa. Proses verval berlangsung pada 19-24 April 2026.

Program ini bertujuan memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Namun di lapangan, para ASN harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk medan ekstrem di wilayah terpencil.

Proses verval dilakukan dengan mendatangi langsung rumah warga yang masuk kategori desil 1. Kondisi geografis di sejumlah wilayah pun menjadi kendala utama.

Salah satunya dialami Devy Prilinda Mulya, guru SDN Wirolegi 03, yang mendapat tugas di wilayah Kecamatan Silo.

Berangkat dari rumahnya di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Devy menempuh perjalanan sekitar 40 kilometer selama 1 jam 16 menit bersama rekan-rekannya. Namun tantangan mulai terasa saat memasuki lokasi tujuan.

“Saya kira sudah sampai di lokasi, ternyata masih harus turun lagi sekitar 30 menit. Jalanannya rusak parah, motor saya bahkan sampai rusak di atas,” ujarnya saat dikonfirmasi usai pulang sekolah, Sabtu (25/4/2026).

Ia menyebut, untuk mencapai lokasi berikutnya di Desa Baban Tengah, dirinya terpaksa meminta bantuan warga setempat dengan mengganti biaya bahan bakar karena kendaraan yang digunakan tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan.

“Di bawah itu masih banyak warga yang harus kita bantu, dan kondisinya memang membutuhkan perhatian,” katanya.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Devy melakukan verval terhadap lima warga yang tersebar di beberapa desa dan kecamatan, di antaranya Wirowongso, Pakusari, hingga Sumberjati.

Ia menilai kegiatan ini berdampak positif karena mampu memastikan keakuratan data, termasuk mengidentifikasi warga yang sudah meninggal dunia atau tidak lagi masuk kategori desil 1.

“Dengan verval ini, kita bisa memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” ujarnya.

Senada dengan itu, Novian Bagus Adi Subandi, staf Kecamatan Sumbersari, menilai verval sangat penting karena masih ditemukan warga yang layak menerima bantuan namun belum terdata.

Ia mencontohkan seorang lansia difabel di wilayah Karangrejo yang belum masuk dalam data penerima bantuan.

“Di lapangan justru banyak yang belum terdaftar, padahal kondisinya sangat membutuhkan,” ucapnya saat dikonfirmasi terpisah.

Menurut Novian, meski menghadapi cuaca yang berubah-ubah dan medan yang tidak mudah, pelaksanaan verval tetap memberikan pengalaman bermakna.

“Jalannya kadang panas, kadang sejuk, tapi ini seperti healing yang bermanfaat karena kita bisa membantu orang lain,” katanya.

Ia juga mengajak ASN untuk terus mendukung program tersebut.

“Selama ini program bupati yang bermanfaat, kita jalankan dengan semangat,” tambahnya.

Menanggapi proses verval ini, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Jember, Achmad Helmi Lukman, mengatakan pelaksanaan saat ini masih dalam tahap uji coba sehingga berbagai kendala di lapangan akan menjadi bahan evaluasi ke depan.

Ia menegaskan adanya fleksibilitas bagi ASN yang mengalami kendala, seperti faktor kesehatan atau jarak, untuk dapat diwakilkan rekan kerja lainnya.

“Yang penting datanya bisa dipertanggungjawabkan. Kami juga akan evaluasi agar penugasan ke depan bisa lebih dekat dengan domisili petugas,” ujar Helmi.

Ia juga mengapresiasi dedikasi para ASN yang tetap menjalankan tugas meski menghadapi berbagai kesulitan di lapangan.

Menurutnya, semangat tersebut menjadi bukti kepedulian ASN terhadap masyarakat miskin di Kabupaten Jember.

“Ada suka dan duka di lapangan, tapi ini menunjukkan bahwa ASN terpanggil untuk membantu warga yang membutuhkan,” katanya.

Program verval ini diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih akurat sebagai dasar penyaluran bantuan sosial, sekaligus memperbaiki sistem pendataan ke depan agar lebih efektif dan tepat sasaran, pungkas Helmi.

Editor :