KLIKJATIM.Com | Sidoarjo — Warga perbatasan Sidoarjo dan Surabaya mendadak panik setelah suara dentuman keras mirip bom mengguncang wilayah mereka pada Senin siang (6/4/2026).
Suara menggelegar itu bahkan terdengar hingga radius beberapa kilometer dan sempat memicu spekulasi liar di masyarakat.
Tak sedikit warga mengaku merasakan getaran kuat, pintu rumah bergetar, hingga mencium bau seperti mesiu. Bahkan, ada yang melaporkan benda asing berupa potongan besi panas jatuh di atap rumah mereka tak lama setelah ledakan terjadi.
Sukarni Ketua RW 02 Janti, Waru, Sidoarjo menyebut ledakan yang terdengar pada Senin (6/4/2026) siang, berasal dari sebuah pabrik baja.
“Kata orang dalam (pabrik), katanya itu blender tong atau drum atau apa gitu, akhirnya meledak,” katanya saat ditemui di lokasi pada Senin sore.
Sukarni menyebut, berdasarkan informasi yang diterima, ada tiga korban akibat ledakan. Salah satunya sopir yang disebutnya mengalami luka cukup berat.
“Yang dua luka ringan, yang satu agak berat, yang sopir itu. Kalau yang dua pekerja, yang satu mungkin sopir luar waktu kirim atau gimana gitu. Saya kurang tahu pastinya,” ungkapnya.
Menurut Sukarni, peristiwa tersebut berasal dari PT Great Wall Steel (GWS) pada Senin siang sekitar pukul 14.30 WIB. Semua korban sudah dilarikan ke rumah sakit pascakejadian.
“Yang dua ringan lukanya (masih) bisa berjalan dan dibonceng motor. Yang satu tidak bisa (jalan),” ucapnya.
Sementara aktivitas di dalam pabrik disebut berhenti sementara. “Tapi karyawannya masih di dalam (pabrik),” ucapnya lagi
Sementara itu Kapolsek Waru, Kompol Miftahul Amin saat dikonfirmasi, memastikan bahwa dentuman tersebut bukan bom, melainkan kecelakaan kerja di sebuah pabrik di kawasan Janti, Waru, Sidoarjo.
Menurut penjelasan awal, ledakan terjadi saat proses teknis di dalam pabrik berlangsung. Sebuah tabung yang sedang digerinda diduga mengalami tekanan berlebih hingga akhirnya meledak keras.
“Itu kecelakaan kerja, informasi pertama begitu,” ungkap Kompol Amin.
Ledakan tersebut menghasilkan suara yang sangat kuat hingga terdengar luas dan menimbulkan kepanikan warga.
Dikatakan, hingga saat ini belum ada laporan korban meninggal dunia. Meski begitu, beberapa pekerja dilaporkan mengalami luka akibat serpihan atau dampak ledakan.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian untuk memastikan kondisi aman dan menyelidiki lebih lanjut. Fokus utama adalah mengetahui apakah ada kelalaian prosedur kerja yang menyebabkan insiden ini terjadi.
Warga Diminta Tetap Tenang
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Kejadian ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial dan jadi perhatian publik. Banyak warganet yang awalnya mengira suara tersebut adalah ledakan bom atau kejadian besar lainnya.
Editor : Wahyudi