klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Remaja Lumajang Hilang Terseret Arus di Muara Bondoyudo, Pencarian Masih Berlangsung

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban (Hatta/Klikjatim)
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban (Hatta/Klikjatim)

KLIKJATIM.Com | Jember – Insiden kecelakaan laut kembali terjadi di kawasan pantai selatan. Seorang remaja dilaporkan hilang setelah terseret arus di muara Sungai Bondoyudo yang berada di perbatasan Kabupaten Jember dan Lumajang, Sabtu (28/3/2026) sore.

Korban diketahui bernama Vardan Afgani (15), pelajar SMP asal Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Ia diduga terseret arus saat mandi di area muara yang tengah mengalami pasang air laut.

Peristiwa bermula sekitar pukul 13.00 WIB saat korban bersama rombongan keluarganya yang berjumlah sekitar 20 orang berangkat berwisata ke Pantai Watupecak. Namun karena kondisi pantai cukup padat, rombongan memutuskan melanjutkan perjalanan ke arah timur melalui Jalur Lintas Selatan (JLS).

Rombongan kemudian berhenti di Dusun Bulurejo, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Jember. Mereka sempat beristirahat di sebuah gubuk kosong di tepi jalan dan makan bersama dengan bekal dari rumah.

Situasi berubah menjadi panik ketika korban bersama dua rekannya berjalan menuju muara sungai yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi istirahat. Ketiganya sempat mandi, namun kondisi arus yang semakin kuat membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri.

Korban sempat terlihat tenggelam, sementara dua rekannya telah berusaha memberikan pertolongan namun gagal karena derasnya arus.

“Korban sempat terlihat tenggelam. Dua temannya sudah berusaha menolong, namun tidak berhasil karena arus cukup kuat,” ujar relawan Barat Daya, Vicky Septian, Minggu (29/3/2026).

Keluarga korban yang panik segera meminta bantuan kepada relawan dan petugas setempat. Laporan kejadian diterima Satpolairud Polres Jember sekitar pukul 14.30 WIB.

Kasat Polairud Polres Jember, AKP Hari Pamuji, mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian bersama tim gabungan.

“Petugas bersama relawan telah melakukan penyisiran di sekitar muara hingga malam hari. Namun korban masih belum ditemukan dan dinyatakan hilang dalam pencarian,” jelasnya.

Upaya pencarian terkendala kondisi arus muara yang tidak menentu serta gelombang tinggi khas pantai selatan. Hingga Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan muara maupun pantai selatan, terutama saat air laut pasang. Petugas mengimbau pengunjung untuk tidak mandi di area muara yang berarus kuat, terlebih bagi yang tidak memiliki kemampuan berenang.

Hingga kini, tim gabungan dari Satpolairud Polres Jember bersama relawan masih melanjutkan proses pencarian dengan harapan korban segera ditemukan.

Editor :