KLIKJATIM.Com | Gresik – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik mencatat 72 kejadian kebakaran selama Agustus 2026. Salah satu kejadian terbaru terjadi di lahan kosong Dusun Tanjungan RT 9 RW 2, Desa Tanjungan, Kecamatan Driyorejo, Sabtu (22/8/2026).
Kebakaran tersebut dilaporkan warga pada pukul 12.19 WIB. Pelapor bernama Rully awalnya melihat kepulan asap saat keluar rumah. Setelah ditelusuri, ternyata api telah merembet dan membakar sampah di lahan kosong yang berada dekat rumah warga.
Rully kemudian segera menghubungi petugas pemadam Pos Kota. Laporan diteruskan ke Pos Damkar Driyorejo dan personel langsung bergerak menuju lokasi.
Petugas tiba sekitar pukul 12.34 WIB. Setelah melakukan pemeriksaan kondisi di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman. Api kemudian berhasil dikendalikan dan dilanjutkan dengan proses pembasahan serta pendinginan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik Suyono mengatakan, hingga 22 Agustus 2026 pihaknya telah menangani puluhan kejadian kebakaran di wilayah Gresik.
“Sampai dengan 22 Agustus 2026, tercatat ada 72 kejadian kebakaran yang kami tangani selama bulan Agustus. Selain itu, terdapat 81 kejadian rescue yang juga ditangani oleh petugas,” ujar Suyono.
Menurutnya, kebakaran lahan kosong perlu mendapat perhatian karena api dapat dengan cepat merembet, khususnya apabila terdapat tumpukan sampah atau material yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama di lahan kosong yang berdekatan dengan rumah atau bangunan. Jika melihat asap maupun api, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin,” katanya.
Dalam penanganan kebakaran di Tanjungan, Damkarla Gresik mengerahkan satu unit mobil semprot dan satu unit mobil suplai. Sebanyak enam personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman hingga proses pendinginan.
Operasi pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 13.51 WIB setelah petugas memastikan kondisi lokasi telah aman dan kondusif.
Suyono menambahkan, respons cepat masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih luas.
“Kecepatan informasi dari masyarakat sangat membantu petugas. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula kami melakukan penanganan sehingga potensi api meluas bisa diminimalkan,” pungkasnya.
Editor : Abdul Aziz Qomar