KLIKJATIM.Com | Sumenep - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Madura, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya potensi curah hujan dalam beberapa waktu ke depan.
Kondisi ini dinilai berisiko memicu berbagai dampak, terutama genangan air hingga banjir di sejumlah titik.
Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Ach. Laili Maulidy menjelaskan, bahwa berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki fase puncak musim penghujan, termasuk Kabupaten Sumenep.
“Diperkirakan puncak musim hujan berlangsung hingga akhir Maret,” ujarnya pada Klikjatim.Com, Minggu (22/3).
Ia menambahkan, upaya pencegahan dapat dilakukan secara sederhana oleh masyarakat, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan yang berpotensi menyumbat aliran air.
Selain itu, warga juga diimbau untuk bergotong royong membersihkan saluran drainase serta melakukan pengerukan pada saluran yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.
Menurutnya, kondisi saluran air yang bersih dan lancar akan sangat membantu dalam menekan potensi terjadinya genangan maupun banjir.
BPBD Sumenep juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca terkini serta segera melaporkan apabila terjadi situasi darurat kepada pihak berwenang.
Dengan pelaporan yang cepat, penanganan bencana seperti genangan dan banjir dapat dilakukan lebih sigap dan efektif.
“Jika terjadi keadaan darurat, segera hubungi kami. Petugas siaga selama 24 jam di posko kebencanaan yang berada di Taman Potre Koneng Sumenep,” tegasnya.
Editor : Wahyudi