klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Puluhan Siswa PAUD-TK di Jember Diduga Keracunan MBG, BPOM Selidiki Dapur Penyedia

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BPOM Jember, Yushita Harminingsih kepada wartawan usai sidak SPPG Kaliwates
Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BPOM Jember, Yushita Harminingsih kepada wartawan usai sidak SPPG Kaliwates

KLIKJATIM.Com | Jember  -Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hingga Kamis (21/5/2026), jumlah korban tercatat mencapai 22 siswa dari jenjang PAUD dan TK.

Para korban mengalami gejala mual, muntah, diare, hingga tubuh lemas setelah mengonsumsi makanan MBG yang didistribusikan Dapur SPPG Al Mubarok Kaliwates Yayasan 88 Berkah pada Rabu (20/5/2026).

Menu yang diduga menjadi penyebab keracunan yakni ayam suwir bumbu kemangi dan tahu krispi. Sejumlah guru dan wali murid mengaku sempat mencium aroma berbeda saat wadah makanan dibuka.

“Bukan bau busuk, tapi seperti ada aroma yang berbeda dari biasanya,” ujar salah satu guru PAUD Aster 29, Naila, Kamis (21/5/2026).

Karena ragu, pihak sekolah meminta wali murid ikut mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Meski dinilai aman dikonsumsi, beberapa orang menyebut rasa makanan terasa hambar atau “anyep”.

Setelah dikonsumsi, siswa sempat beraktivitas normal. Namun pada siang hingga malam hari, sejumlah anak mulai mengalami muntah dan diare. Beberapa korban harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Korban berasal dari sejumlah lembaga pendidikan di wilayah Kaliwates, di antaranya PAUD Aster 29, TK Al-Hidayah 01, PAUD Qur’an Raudlatul Tulab, TK Raudatul Tulab, TK Hidayatullah Mubtadiin, dan TK Kuncup Bunga.

Berdasarkan data sementara, empat anak dirawat di RS Kaliwates, satu anak dirawat di Puskesmas Kaliwates, enam anak mendapat penanganan di Puskesmas Jember Kidul, sementara 11 anak lainnya menjalani rawat jalan. Seluruh korban dilaporkan dalam kondisi membaik.

Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jember bersama Dinas Kesehatan dan Satgas MBG langsung melakukan inspeksi ke dapur penyedia makanan. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.

Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BPOM Jember, Yushita Harminingsih, mengatakan dugaan sementara mengarah pada kontaminasi mikrobiologi atau bakteri.

“Pengolahan pangan dalam jumlah besar memiliki risiko tinggi jika tidak sesuai SOP,” katanya.

BPOM juga menegaskan setiap dapur MBG wajib menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), termasuk menyimpan sampel makanan selama 2x24 jam untuk kepentingan investigasi apabila terjadi kasus serupa.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Jember sekaligus Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Achmad Imam Fauzi, menegaskan keselamatan siswa menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Kami akan melakukan evaluasi total dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Kalau perlu ditutup, karena dampaknya sudah ada di hilir,” tegasnya.

Pemkab Jember juga menyoroti pentingnya evaluasi aspek keselamatan kerja dan standar operasional di dapur MBG agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Editor :