KLIKJATIM.Com | Blitar - Dari ruang kelas SMK Islam 1 Blitar, lahir sosok pendidik vokasi yang tidak hanya mengajar teori dan praktik, tetapi juga terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi industri. Ia adalah Made Kusbanu, S.Pd, guru SMK TSM binaan Honda yang berhasil meraih juara pertama kategori guru pada ajang Festival Vokasi Satu Hati (FeVoSH) 2026 tingkat nasional.
Prestasi ini menegaskan bahwa guru vokasi memiliki peran penting tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga praktisi yang terus meningkatkan kompetensi agar selaras dengan kebutuhan industri otomotif.
FeVoSH merupakan program kolaborasi PT Astra Honda Motor (AHM) bersama jaringan Main Dealer Honda di seluruh Indonesia yang melibatkan puluhan ribu peserta dari ratusan SMK binaan. Program ini menjadi sarana kalibrasi kompetensi siswa dan guru agar sesuai dengan standar industri.
Pada kategori guru, peserta diuji melalui kombinasi teori dan praktik, mulai dari penguasaan teknologi sepeda motor Honda, penggunaan unit Honda EM1 e:, hingga kemampuan pedagogi dalam pembelajaran berbasis industri.
Di balik capaian tersebut, peningkatan kompetensi guru SMK TSM Honda juga dilakukan secara berkelanjutan melalui program sertifikasi kompetensi oleh AHM bersama jaringan Main Dealer di seluruh Indonesia sebagai bagian dari Program Pendidikan Satu Hati.
Sertifikasi ini dilakukan berjenjang, mulai dari level Bronze (maintenance) hingga level Silver (maintenance dan repair), yang dilaksanakan Training Center Main Dealer, menggunakan materi yang selalu diperbarui sesuai perkembangan teknologi.
M. Bondan Priyoadi, Technical Service Division Head MPM Honda Jatim, menyampaikan bahwa penguatan kompetensi guru dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan dan sertifikasi.
“Guru-guru SMK TSM Honda binaan MPM Honda Jatim secara konsisten kami bekali melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi agar memiliki standar kemampuan sesuai kebutuhan industri. Hal ini penting agar proses pembelajaran di SMK tetap relevan dengan perkembangan teknologi sepeda motor Honda dan pembelajaran berbasis industri,” ujarnya.
Ia menambahkan, guru yang kompeten menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan SMK yang memenuhi standard kualitas siap kerja dan adaptif terhadap perubahan industri.
Made Kusbanu menyebut pencapaian ini sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan sebagai pendidik.
“Ini bukan hanya tentang lomba, tetapi bagaimana kami sebagai guru terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi agar bisa memberikan pembelajaran terbaik kepada siswa,” ujarnya.
Konsistensi prestasi guru SMK TSM binaan PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT juga terlihat dalam beberapa tahun terakhir, di mana pada 2024 diraih oleh Rika Dwipramono, S.T. dari SMK PGRI 2 Ponorogo, dan pada 2025 oleh Rizky Arrohman, S.T. dari SMK Al Huda Kediri.
Melalui berbagai program pembinaan tersebut, MPM Honda Jatim bersama Astra Honda Motor terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi untuk mencetak generasi yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi dunia kerja.
Editor : Wahyudi