KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Nasib apes menimpa Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung. Bukannya dijaga ketat, kantor tersebut malah sukses dibobol maling saat dua petugas Satpol PP yang berjaga diduga tumbang akibat pesta minuman keras.
Pelaku berinisial MUA (29) tampaknya bukan maling kaleng-kaleng. Selain hafal medan, dia juga sudah akrab dengan para penjaga kantor karena sehari-hari membuka jasa servis mesin jahit tepat di depan kompleks perkantoran Pemkab Tulungagung.
Malam itu, MUA datang bersama tiga temannya sambil membawa “amunisi” berupa minuman keras. Dua petugas Satpol PP yang sedang piket pun diajak nongkrong santai. Entah obrolannya terlalu seru atau mirasnya terlalu mantap, tak lama kemudian para petugas malah tertidur pulas di pos jaga.
Melihat situasi makin kondusif untuk beraksi, MUA meminta teman-temannya pulang duluan. Dia sendiri tetap bertahan dengan alasan “besok pagi langsung kerja”. Padahal yang dimaksud kerja ternyata kerja cepat menguras isi kantor.
Sekitar pukul 03.30 WIB, seorang pegawai Disbudpar yang lembur meletakkan kunci kantor di meja pos jaga karena para petugas sudah terlelap seperti habis ronda tujuh hari tujuh malam.
Kesempatan emas itu langsung dimanfaatkan pelaku. Kunci kantor diambil, pintu dibuka, lalu MUA masuk dengan santai bak pegawai shift malam. Dari dalam kantor, ia membawa kabur komputer, printer, dan scanner.
Lucunya lagi, setelah selesai mencuri, pelaku sempat-sempatnya mengunci kembali kantor dan mengembalikan anak kunci ke meja pos jaga. Bisa dibilang maling ini punya etika kerja cukup rapi.
Barang curian kemudian diangkut memakai motor Suzuki Bravo. Namun aksi “profesional” itu tak berlangsung lama. Polisi akhirnya menangkap MUA di sebuah warung kopi di Kedungwaru.
Saat ditangkap, barang curian ternyata belum sempat dijual dan hanya dititipkan di rumah temannya di Kediri. Polisi pun berhasil mengamankan seluruh barang bukti.
Sementara itu, dua oknum Satpol PP yang diduga mabuk saat bertugas kini ikut menjadi sorotan. BKPSDM Tulungagung menyebut salah satu petugas berstatus ASN dan terancam sanksi disiplin jika terbukti pesta miras saat berjaga.
Warganet pun ramai berkomentar. Ada yang menyebut ini bukan “pos penjagaan”, melainkan “pos rebahan bersama”.
Editor : Wahyudi