KLIKJATIM.Com | Jember - Insiden memilukan terjadi di tengah persiapan momen sakral pernikahan. Sebuah rumah di Perumahan Griya Panti Raya, Dusun Krajan, Desa Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ludes terbakar pada Jumat pagi hari ini.
Rumah tersebut tengah difungsikan sebagai dapur umum untuk memasak hidangan walimahan (resepsi). Insiden yang diduga kuat dipicu oleh kebocoran tabung gas ini mengakibatkan tiga orang warga mengalami luka bakar dan memaksa pesta pernikahan berlangsung dalam kondisi darurat.
Kapolsek Panti, AKP H. Agus Idham Khalid, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Ia menjelaskan bahwa api mulai berkobar sekitar pukul 07.00 WIB, tepat satu jam sebelum prosesi akad nikah dijadwalkan dimulai.
Peristiwa bermula saat sejumlah warga dan kerabat sedang sibuk memasak di rumah milik Siswo—tetangga mempelai yang rumahnya dipinjam khusus untuk dapur umum. Saat proses memasak berlangsung, salah satu tabung gas mengalami kendala teknis dan sempat diperbaiki oleh warga. Namun, begitu dipasang kembali dan dicoba, api justru langsung menyambar area dapur.
Kobaran api dengan sangat cepat membesar lantaran bagian atap dapur masih menggunakan struktur rangka bambu yang mudah terbakar. Api kemudian merembet hingga ke ruang tengah rumah dan mengenai beberapa warga yang berada di lokasi kejadian.
Melihat kobaran api, warga sekitar bersama petugas kepolisian dan tim Damkarmat Regu C Mako Rambipuji langsung bergerak cepat melakukan lokalisasi area. Mengingat lokasi kejadian berada di kawasan perumahan yang padat dan bangunannya saling berhimpitan, pemadaman darurat segera dilakukan agar api tidak merembet meluas.
Dengan menerjunkan empat personel bersenjata lengkap, tim Damkarmat akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah sebelum berdampak fatal pada rumah-rumah di sekelilingnya.
“Alhamdulillah tidak terlalu lama, segera kami hubungi pemadam dan bisa dipadamkan. Rumah sebelah tidak sampai terdampak besar karena cepat ditangani,” terang AKP H. Agus Idham Khalid saat dikonfirmasi oleh awak media pasca-pemadaman.
Musibah ini mengakibatkan tiga orang warga yang berada di area dapur menjadi korban. Dua di antaranya mengalami luka bakar yang cukup serius di bagian wajah, yakni Sundari Asih (45), warga Kecamatan Sukorambi (Luka bakar serius di wajah), Azis Efendi (50), warga Kecamatan Sukorambi (Luka bakar serius di wajah), dan Andi Seno Nugroho (44), warga Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang (Luka bakar ringan).
Ketiga korban langsung dilarikan ke Puskesmas Panti untuk mendapatkan perawatan awal dan observasi medis. Namun, karena kondisi luka bakar luar yang cukup serius, dua korban rencananya akan segera dirujuk ke Rumah Sakit Citra Husada Jember guna penanganan medis yang lebih intensif.
Meski bencana kebakaran melanda area depan lokasi utama acara, prosesi sakral akad nikah antara kedua mempelai dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal pada pukul 08.00 WIB. Petugas dari Kantor Urusan Agama (KUA) dan mempelai pria tetap hadir mengucap janji suci di tengah suasana yang darurat.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa tenda utama dan perlengkapan dekorasi pernikahan tidak terdampak karena posisi dapur umum berada di rumah tetangga. Kendati demikian, agenda tasyakuran dan resepsi terpaksa mengalami penyesuaian.
“Akad nikah tetap berjalan lancar. Tapi untuk acara walimahan dan tasyakuran kemungkinan ditunda karena bahan makanan banyak yang terbakar di dapur,” pungkas Kapolsek Panti.
Editor : Fatih