GRESIK – Banjir akibat luapan sungai Kali Lamong melanda sejumlah daerah, salah satunya di Kabupaten Gresik beberapa hari lalu. Selain membuat ribuan rumah warga tergenang, juga mengakibatkan kondisi sejumlah petani merugi setelah lahannya terendam banjir.
Hal itu seperti yang dialami salah satu petani asal Dusun Glintung, Desa Kepatihan, Kecamatan Manganti, Gresik, Selamet (45) tahun. “Sekarang tanamannya rusak semua setelah terendam banjir kemarin,” kata Selamet, Kamis (09/05/2019).
Padahal, dirinya mengaku baru saja bertanam. Kurang lebih sekitar satu bulan sebelum terjadi banjir di wilayah.
[irp]
[irp]
Meski tanaman miliknya dipastikan rusak, tetapi nilai kerugiannya tidak bisa dihitung dengan uang. Karena tanaman padi tersebut dimanfaatkan petani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari usai panen nanti.
“Kalau modal awalnya habis sekitar Rp 1,5 juta. Itu untuk membeli bibit dan biaya tenaga tanam,” imbuhnya.
Sesuai data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik mulai pada tanggal 2 sampai 3 Mei 2019, total jumlah area persawahan yang terendam banjir mencapai 1026 hektar. Yaitu tersebar di berbagai desa di empat kecamatan seperti Balongpanggang, Benjeng, Cerme dan Menganti. (nul/*)
Editor : Redaksi