KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengambil langkah taktis dalam menangani dampak banjir yang menerjang Kabupaten Situbondo. Fokus utama saat ini diarahkan pada pemulihan infrastruktur pengairan guna menyelamatkan sektor pertanian dan menjaga stabilitas ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Instruksi percepatan perbaikan ini menyasar saluran irigasi yang menjadi urat nadi bagi delapan desa di Situbondo. Kerusakan sepanjang 15 meter akibat banjir pada 21 Januari lalu sempat memutus total pasokan air ke ribuan hektare lahan warga. Menyadari urgensi tersebut, Khofifah memastikan bahwa pengerjaan fisik dilakukan secara intensif agar aktivitas petani tidak terhenti lama.
"Perbaikan irigasi ini kami pastikan segera diselesaikan dalam tiga hari ini agar aliran air ke lahan pertanian kembali normal dan aktivitas petani tidak terganggu," tegas Khofifah saat memberikan keterangan di Surabaya, Minggu (25/1).
Proses pemulihan yang dijadwalkan rampung pada 26 Januari 2026 ini diproyeksikan mampu mengembalikan suplai air ke 1.336 hektare lahan pertanian. Wilayah yang terdampak mencakup Desa Gunung Putri, Selomukti, Trebungan, Sumberpinang, Mlandingan, Selowogo, Bungatan, hingga Pasir Putih.
Dalam operasi darurat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerjunkan kekuatan penuh yang terdiri dari puluhan personel teknis dan berbagai alat berat.
Tim di lapangan diperkuat dengan ekskavator standar, unit self loader, truck crane, hingga ratusan karung pasir (sandbag) untuk memperkokoh struktur saluran sementara. Sebagai solusi cepat, pemasangan belasan pipa berdiameter besar juga telah dilakukan agar air bisa segera mengalir meski perbaikan permanen masih berjalan.
Tidak hanya fokus pada perbaikan jangka pendek, Khofifah juga memerintahkan normalisasi Sungai Lobawang sebagai langkah mitigasi jangka panjang. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kapasitas tampung sungai sehingga risiko banjir serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.
"Normalisasi Sungai Lobawang akan menjadi bagian dari langkah lanjutan agar kapasitas sungai meningkat dan potensi banjir ke depan bisa ditekan. Ini adalah ikhtiar bersama untuk melindungi masyarakat dan menjaga keberlanjutan pertanian," pungkasnya.
Editor : Fatih