KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Proyek dinding penahan tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, kembali menjadi sorotan publik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memberikan perpanjangan waktu hingga 300 hari kepada kontraktor pelaksana untuk melakukan perbaikan ulang atas ambrolnya tebing sungai tersebut.
Perpanjangan waktu itu diberikan melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU-SDA) Bojonegoro kepada PT Indopenta Bumi Permai selaku pelaksana proyek. Tambahan waktu terhitung sejak Desember 2025 hingga November 2026.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU-SDA Bojonegoro, Iwan Kristian, mengatakan bahwa perbaikan tahap kedua belum dapat dimulai dalam waktu dekat. Salah satu kendala utama adalah akses jalan menuju lokasi proyek yang masih dalam proses pembangunan rigid beton.
“Pekerjaan fisik belum bisa dimulai karena akses jalan masih dikerjakan. Perkiraan mulai April, sekaligus menunggu kondisi cuaca dan debit air Bengawan Solo menurun,” ujar Iwan, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, kondisi cuaca saat ini masih didominasi musim hujan dengan debit Sungai Bengawan Solo yang tinggi. Hal tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan dan kualitas pekerjaan perbaikan tebing sungai.
Menanggapi kekhawatiran ambrol kembali setelah perbaikan dilakukan, Iwan menegaskan pihaknya akan melakukan pengecekan secara menyeluruh sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.
“Kami akan cek secara menyeluruh. Jika ada potensi rusak, langsung kami perbaiki dan perkuat,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan PT Indopenta Bumi Permai, Ardhiyana, menyatakan pihaknya siap melaksanakan pekerjaan perbaikan. Saat ini, satu unit alat berat telah disiagakan di lokasi proyek sebagai langkah awal penanganan.
“Satu unit excavator tetap standby di lokasi. Namun kami masih menunggu elevasi muka air sungai turun untuk pembuatan platform alat berat,” jelas Ardhiyana.
Selain faktor debit air sungai, ia menyebut akses jalan yang masih ditutup akibat pengerjaan rigid beton juga menjadi kendala utama belum dimulainya pekerjaan fisik.
“Kami menunggu rigid beton benar-benar selesai dan kering agar bisa dilalui kendaraan berat menuju lokasi tebing,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pelindung tebing Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Baureno kembali ambrol meski baru selesai diperbaiki pada masa pemeliharaan tahun 2025. Ambrolnya tebing terjadi di Desa Lebaksari dengan panjang sekitar 40 meter.
Sejumlah tiang pancang dilaporkan patah dan terangkat, bahkan tidak lagi menancap di tanah. Selain itu, bronjong yang sebelumnya telah diperbaiki juga kembali ambles sepanjang kurang lebih 30 meter.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek pengamanan tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Lebaksari dan Desa Tanggungan memiliki total panjang 980 meter dengan pagu anggaran Rp40 miliar yang bersumber dari APBD Bojonegoro Tahun 2024. Proyek tersebut dimenangkan oleh PT Indopenta Bumi Permai dengan nilai kontrak mendekati HPS sebesar Rp39,6 miliar.
Editor : Abdul Aziz Qomar