klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Mudahkan Tanam Mangrove di Lumpur, Alat 'Pancalan' Milik PGN SAKA Resmi Dipatenkan

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Mudahkan Tanam Mangrove di Lumpur, Alat 'Pancalan' Milik PGN SAKA Resmi Dipatenkan
Mudahkan Tanam Mangrove di Lumpur, Alat 'Pancalan' Milik PGN SAKA Resmi Dipatenkan

KLIKJATIM.Com | Gresik – PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA), anak perusahaan Subholding Gas Pertamina, berhasil mencatatkan prestasi gemilang di bidang inovasi lingkungan. Perusahaan resmi mengantongi sertifikat paten sederhana dari Kementerian Hukum RI atas penemuan alat bantu penanaman bibit yang dinamakan "Pancalan".

Alat ini menjadi solusi atas sulitnya proses konservasi di lahan berlumpur ekstrem. Inovasi ini lahir dari tantangan nyata di lapangan, tepatnya dalam kegiatan rehabilitasi mangrove di kawasan Muara Bengawan Solo, Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Karakteristik lumpur yang tebal seringkali menjadi penghambat besar bagi penanaman manual.

Melalui tangan kreatif tim Saka Indonesia Pangkah Limited yang berkolaborasi dengan nelayan Desa Pangkahwetan, "Pancalan" tercipta untuk menjawab kendala tersebut.

Stakeholder Relations Manager PGN SAKA, Purwanto Nugroho, mengungkapkan bahwa alat ini merupakan perpaduan antara teknologi tepat guna dan pemahaman mendalam terhadap kondisi alam setempat.

“Pancalan adalah pengembangan yang lahir dari kearifan lokal. Inovasi ini memberikan manfaat nyata bagi upaya konservasi mangrove, sehingga proses distribusi bibit ke titik tanam menjadi jauh lebih mudah dan efisien dibandingkan cara konvensional,” jelas Purwanto dalam keterangannya, Senin (26/1).

Secara desain, Pancalan memodifikasi alat tradisional nelayan menjadi sebuah platform ergonomis. Dengan tambahan pegangan, tali pengendali, dan wadah khusus bibit, alat ini memungkinkan para penggiat lingkungan bekerja dengan tenaga yang lebih hemat namun hasil yang lebih maksimal.

Menariknya, alat yang telah terdaftar sejak September 2025 ini juga multifungsi, dapat digunakan untuk pembersihan sampah di area pesisir yang sulit dijangkau. Langkah ini mempertegas posisi PGN SAKA dalam mendukung mitigasi perubahan iklim melalui pemberdayaan masyarakat.

Dengan melibatkan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), inovasi ini tidak hanya melestarikan ekosistem, tetapi juga meningkatkan kapasitas komunitas lokal.

"Komitmen kami adalah terus mendukung pelestarian lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat. Kami percaya inovasi berbasis kearifan lokal seperti ini adalah kunci pembangunan berkelanjutan," pungkas Purwanto.

Implementasi Pancalan kini menjadi bagian integral dari strategi keberlanjutan PGN SAKA, membuktikan bahwa teknologi sederhana yang berakar pada kebutuhan warga mampu memberikan dampak besar bagi kelestarian hayati Indonesia.

Editor :