klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tanggul Kali Lamong Jebol, 1.584 Rumah Terendam Banjir

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Gresik - Banjir akibat luapan Kali Lamong di Gresik Selatan makin meluas. Itu terjadi setelah tanggul sungai di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik jebol pada Minggu (12/4/2020) pagi. Akibatnya, 1.584 rumah di Kecamatan Cerme dan sekitarnya terendam air. Tidak hanya Kecamatan Cerme, banjir akibat luapan sungai Kali Lamong ini merendam Kecamatan Balongpanggang, Kecamatan Benjeng, dan Kecamatan Menganti.

[irp]

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gresik, Tarso Sagito mencatat per 12 April 2020, banjir sudah merendam rumah dan angkanya sampai seribu. Rinciannya 530 rumah warga desa Morowudi, 400 rumah warga desa Dungus, 350 rumah warga desa Iker-Iker Geger, dan 270 rumah di desa Gurang Anyar. Rumah-rumah tersebut terendam banjir dengan ketinggian air antara 10 hingga 80 sentimeter."Jika banjir di wilayah kecamatan Benjeng sudah surut yakni, di desa Kedungrukem, Munggugianti, Bulurejo, dan Klampok," jelas Tarso.

Untuk kecamatan Cerme tidak hanya terjadi di beberapa desa itu saja. Melainkan banjir sudah mulai menggenangi sawah, tambak, dan jalan yang ada di desa Sukoanyar, Ngembung, Dooro, Lengkong, Dampaan, Betiting, Tambakberas, Pandu, dan Jono. "Untuk desa Tambak beras kami telah menerima laporan bahwa sudah ada 25 rumah warga di sana yang terendam. Namun tinggi air tak seberapa mulai 10 sampai 25 sentimeter," terangnya.

[irp]

Kusyono warga Desa Pandu Cerme mengatakan akses jalan di desanya sudah terputus oleh luapan banjir Kalilamong. Kondisi ini diperparah dengan tanggul yang berada di Desa Jono juga jebol dan belum ada perbaikan sampai saat ini. " Kendaraan motor milik warga di taruh di luar dekat warung - warung di luar desa kami, dikarenakan tidk bisa masuk Jalan terendam banjir, sedangkan tanggul yang jebol belum ada perbaikan dari petugas terkait," katanya. (hen)

Editor :