KLIKJATIM.Com | Gresik - Memasuki akhir tahun anggaran 2023 pendapatan daerah Pemkab Gresik masih terkumpul 79 Persen. Padahal masih banyak belanja yang harus dibiayai, sehingga banyak kegiatan yang berpotensi tidak terealisasi.
Per 13 Desember 2023, sebagaimana dilaporkan Tim Anggaran Pemkab Gresik bersama Badan Anggaran, Pendapatan diproyeksikan terkumpul Rp3,873 triliun, namun realisasinya baru Rp3.086 triliun atau baru 79 persen.
Dari komponen pendapatan tersebut, Pendapatan Asli Daerah atau PAD Pemkab Gresik baru terkumpul Rp1,018 triliun, sementara targetnya Rp1,584 triliun.
Ketua Fraksi PKB Syahrul Munir menyampaikan, catatan yang disampaikan Banggar kepada Tim Anggaran Pemkab khususnya di sektor PAD. Dikatakan, PAD dari pajak daerah hingga kini masih Rp729 miliar atau masih kurang Rp238 miliar.
"Masih kurang bila dibandingkan dengan pajak daerah di APBD 2022 yang mencapai Rp783 miliar, seharusnya bisa lebih dari itu bila mengacu pada potensi," urai dia.
Baca juga: Ketua DPRD Gresik Tekankan Besarnya Investasi yang Masuk Harus Dibarengi Pendapatan Daerah yang TinggiBegitu pula dari sektor retribusi, realisasinya di APBD 2022 bisa mencapai Rp77 miliar, sedangkan di 2023 per 13 Desember masih Rp50 miliar dari target Rp321 miliar.
Sementara itu, belanja daerah dalam APBD Gresik tahun 2023 diproyeksikan sebesar Rp 3.952 triliun. Untuk realisasinya baru sebesar Rp2.831 triliun.
"Yang harus disepakati kita mau close untuk realisasi pajak dan retribusi daerah dalam APBD Gresik di angka berapa, Kalau kita mau tren pajak daerah seperti tahun lalu, maka prosentasenya minimal 85 persen dan kita masih bisa belanja kegiatan hingga akhir tahun," urai Syahrul.
Sementara itu Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir menyampaikan, pekan depan Banggar dan Pemkab akan rapat lagi untuk menyepakati belanja dan pendapatan yang masih bisa direalisasikan pada tahun ini.
Termasuk mengusahakan masuknya pendapatan dari PT Petrokimia Gresik terkait sewa (pemanfaatan) lahan reklamasi yang HPL-nya dikuasai Pemkab Gresik tahun ini.
"Yang penting neracanya seimbang dan tidak menimbulkan problem di belakang," ujarnya. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar