KLIKJATIM.Com | Gresik — Program PKH Inklusif Pemkab Gresik mulai dijalankan hari ini, Rabu (09/11/2022). Sebanyak 85 warga lansia dan 5 penyandang disabilitas di Kecamatan Wringinanom menerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Inklusif ini.
Bertempat di Balai Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom, penyaluran bantuan Program PKH Inklusif Pemkab Gresik ini sekaligus menandai dimulainya program PKH Inklusif di Kabupaten Gresik.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, PKH Inklusif Pemkab Gresik ini merupakan program yang murni berasal dari temuan dan keresahan di masyarakat. Bupati Yani bercerita, suatu waktu dirinya bersama wabup turun di lapangan dan bertemu dengan maayarakat.
"Suatu waktu saya bersama Bu Wabup bertemu dengan warga. Disana saya mendapati fakta di lapangan bahwa ada masyarakat penyandang disabilitas yang tidak tersentuh bantuan apapun dari sejak lahir hingga berusia 25 tahun," ungkapnya.
Dari temuan tersebut, Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini bersama Wakil Bupati Aminatun Habibah (Bu Min) berkomitmen untuk mencari jalan keluar atas masalah tersebut. Komitmen inilah yang kemudian menjelma menjadi Nawa Karsa dengan PKH Inklusif sebagai bentuk nyata jawaban permasalahan tersebut.
Gus Yani juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, utamanya DPRD Gresik yang sudah memberikan dukungan agar program ini bisa berjalan. Namun, sebagai suatu program baru, Gus Yani menyadari perlunya dukungan dari berbagai pihak agar program PKH Inklusif berjalan seperti yang di cita-citakan.
Program ini, kata Gus Yani, memang masih baru, pasti akan ada kekurangan disana sini. Oleh karena itu pihaknya memohon kepada seluruh pihak untuk aktif berkoordinasi dengan Dinas Sosial jika ada masyarakat yang membutuhkan tetapi belum masuk dalam PKH Inklusif.
"Kita niatkan agar program ini tidak hanya sekedar diacara seremonial, namun bisa terus berjalan berkesinambungan," tutur Gus Yani.
Dihadapan Staf Ahli Kementerian Sosial RI Asep Sasa Purnama yang hadir mewakili Menteri Sosial, Gus Yani menaruh harapan agar program PKH Inklusif ini bisa diadopsi menjadi program nasional.
Gayung pun bersambut, Staf Ahli Kemensos Asep Purnama dalam keterangannya mengakui bahwa program PKH Inklusif merupakan suatu terobosan kreasi dan inovasi yang luar biasa dari Kabupaten Gresik.
"Ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam menangani masalah sosial di masyarakat. Mudah-mudahan program dari Kabupaten Gresik ini bisa menular dan menginspirasi daerah lain," kata Asep.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, untuk mengatasi permasalahan yang akan muncul dalam pelaksanaan PKH Inklusif Dinas Sosial meyediakan quick respons.
"Tim quick respons ini akan menerima laporan dari masyarakat manakala ada masyarakat yang layak mendapat bansos PKH Inklusif tetapi datanya belum masuk. Dari laporan masyarakat tersebut, kemudian akan dilakukan assesment oleh tingkat desa untuk selanjutkan diusulkan masuk dalam data penerima PKH Inklusif," beber Ummi.
Dalam tahun 2022 ini, jumlah masyarakat yang akan menerima PKH Inklusif sebanyak 2.450 penerima, dengan rincian 500 kelompok disabilitas dan 1.950 kelompok lansia. Total anggarannya sendiri sudah disediakan sebesar Rp4,9 miliar.
Sebagai informasi, program PKH Inklusif ini merupakan program orisinil Kabupaten Gresik. Program ini yang merupakan penerapan program Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik yakni Gresik Seger (Sejahtera, Bahagia, Berdikari).
Baca juga: Pemkab Gresik Anggarkan Bantuan Madin dan Guru Swasta Rp20 Miliar Tahun Depan, Dewan Minta Diamankan
Program ini ditargetkan menyisir kelompok masyarakat rentan yakni lansia dan difabel yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), namun belum menerima bantuan apapun.
Kepada masyarakat, bantuan PKH Inklusif ini diberikan dalam bentuk uang tunai senilai 2 juta rupiah yang penyalurannya dibagi 4 kali dalam satu tahun. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar