KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) dan bantuan pangan kepada masyarakat Kecamatan Dukun. Penyaluran tersebut dilakukan untuk memperkuat perlindungan sosial sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani secara simbolis menyerahkan bantuan di Pendopo Kantor Kecamatan Dukun, Kamis (20/8/2026). Bantuan BLT DBHCHT diberikan kepada 263 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sementara bantuan pangan berupa beras disalurkan kepada 9.932 warga untuk alokasi Juli-September 2026.
Gus Yani, sapaan Fandi Akhmad Yani, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkab Gresik dengan PT Pos Indonesia dan Perum Bulog Cabang Surabaya. Program itu ditujukan untuk memperkuat jaring pengaman sosial dan menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya kelompok desil 1 hingga desil 4.
"Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia dan PT Bulog Cabang Surabaya untuk memperkuat jaring pengaman sosial dan menjaga stabilitas ketahanan pangan masyarakat," ujar Gus Yani.
Menurutnya, pemanfaatan DBHCHT harus dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Dana tersebut, kata dia, bukan sekadar alokasi dalam APBD, tetapi juga menjadi instrumen untuk memberikan perlindungan dan pemerataan manfaat ekonomi.
Untuk BLT DBHCHT, masing-masing penerima mendapatkan Rp900 ribu yang dicairkan sekaligus. Sementara bantuan pangan diberikan dalam bentuk beras sebanyak 30 kilogram untuk setiap penerima.
"Hari ini, BLT DBHCHT sebesar Rp900 ribu diberikan kepada 263 KPM. Selain itu, bantuan pangan berupa beras 30 kilogram diharapkan dapat meringankan beban hidup warga, memperkuat ketahanan keluarga dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal," katanya.
Penerima BLT DBHCHT diprioritaskan dari kelompok yang berkaitan dengan sektor tembakau maupun masyarakat rentan. Di antaranya buruh pabrik rokok, buruh tani tembakau, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta warga yang belum menerima bantuan sosial lainnya.
Gus Yani menyebut para pekerja sektor tembakau memiliki kontribusi terhadap penerimaan negara melalui cukai hasil tembakau. Karena itu, bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi sosial dan ekonomi mereka.
"Bapak dan Ibu sekalian adalah bagian penting dari roda penggerak industri hasil tembakau yang turut menyumbang pendapatan negara. Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi dan perlindungan pemerintah atas kerja keras saudara-saudara sekalian dalam menopang perekonomian keluarga," tuturnya.
Selain bantuan sosial, Gus Yani juga mengingatkan masyarakat terkait program keringanan pajak daerah yang diberikan Pemkab Gresik dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Pemkab Gresik memberikan diskon 20 persen PBB-P2 untuk ketetapan pajak Rp0 hingga Rp1 juta. Keringanan tersebut berlaku mulai 17 Agustus hingga 17 September 2026.
Selain itu, terdapat diskon 50 persen BPHTB untuk perolehan hak karena waris serta hibah dari orang tua kepada anak. Program tersebut berlaku mulai 17 Agustus hingga 16 Oktober 2026.
"Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat melalui pembangunan dan pelayanan publik. Membayar pajak bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk gotong royong untuk membangun Gresik," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Umi Khoiroh menjelaskan, penyaluran bantuan di Kecamatan Dukun terdiri atas dua program. Pertama, BLT DBHCHT yang diberikan kepada 263 KPM dengan sasaran petani dan buruh tembakau, penyandang disabilitas serta warga yang belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah.
"Di Kecamatan Dukun ada enam hektare lebih lahan tembakau yang dikelola. Selain DBHCHT, pemerintah juga menyalurkan bantuan kedua berupa bantuan pangan beras," jelas Umi.
Untuk bantuan pangan, sebanyak 9.932 warga masing-masing menerima beras sebanyak 30 kilogram.
Penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Eko Anindito Putro, Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya Nur Fuad Indra Mitra, serta Pimpinan PT Pos Indonesia Kantor Cabang Gresik Johan Riyadi beserta jajaran.
Editor : Abdul Aziz Qomar