klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pemkab Targetkan Lebih Dari 60 Ribu Bayi dan Balita Terjaring Tulungagung dalam BIAN 2022

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Tulungagung--Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahun 2022 untuk Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mulai dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang.

Namun persiapan pelaksanaanya sudah dilakukan sejak bulan Mei yang lalu, selama dua bulan terakhir ini Pemkab Tulungagung mempercepat capaian imuniasi dasar lengkap kepada ribuan bayi dan Balita yang ada di Kabupaten Tulungagung.

Percepatan capaian imunisasi dilakukan karena selama pandemi Covid-19 tahun 2020 dan 2021 yang lalu, capaian vaksinasi bayi dan Balita ada di angka 86%, jauh dibawah capaian minimal di tahun 2019 yang lalu yakni di angka 95%.

Hal ini disampaikan oleh Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung,Didik Eka.

Didik mengatakan, percepatan capaian vaksinasi harus dilakukan sebab jika tidak dilakukan maka berpotensi munculnya sejumlah penyakit yang bisa menyebabkan wabah dengan sasaran bayi dan Balita, seperti Difteri, Rubella dan lain lain.

"Jadi persiapannya sudah dilakukan sejak bulan Mei dan terus berlanjut sampai Agustus nanti, kalau dilihat capaian imunisasi dasar lengkap tahun 2019 itu kita ada di capaian 95% itu sudah minimal, tapi selama dua tahun pandemi ini capaian imuninasi kita ada di angka 86%,itulah sebabnya dilaksanakan BIAN," ujarnya pada Selasa (05/07/2022).

Didik merinci, sejak dilaksanakan pada bulan Mei yang lalu, sampai saat ini Dinas Kesehatan sudah mampu memberikan imunisasi IPV kepada 40�ri 3.745 Bayi dan Balita yang menjadi sasaran, kemudian imuniasi OPV kepada 46�ri 1.340 bayi dan Balita yang menjadi sasaran dan imunisasi Pentavalen kepada 31 �ri 3.422 Balita yang menjadi sasaran.

"Mereka ini bayi dan balita berusia 12 sampai 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi dasar itu selama pandemi kemarin, jumlahnya cukup lumayan banyak,"ucapnya.

Kemudian pada bulan Agustus mendatang, mereka ini serta bayi dan Balita berusia 9 sampai 59 bulan akan mendapatkan imunisasi MR, Didik memprediksi jumlah  bayi dan Balita yang masuk dalam kategori ini sejumlah 60.000 orang.

"Jadi kalau yang imunisasi rutin sebelumnya itu kan yang belum belum dapat saja yang kita sasar, kalau yang MR ini semuanya, baik yang sudah maupun belum akan kita sasar, jadi jumlahnya tentu lebih banyak, "jelasnya.

Didik mengungkapkan, pelaksanaan BIAN ini ditargetkan bisa memenuhi harapan selama satu bulan di bulan Agustus tersebut,oleh sebab itu jika nantinya ada sasaran yang tidak bisa datang ke lokasi pemberian imunisasi, maka akan di datangi ke rumahnya.

"Kita yang berperan sebagai pelaksana imunisasinya, sedangkan bapak bapak dari TNI.POLRi, pemdes dan lain lain sebagai support systemnya, kita maksimalkan pelaksanaanya, bahkan yang di hari dijadwalkan tidak bisa datang,akan kita samperin ke rumahnya,"pungkasnya.(mkr) 

Editor :