KLIKJATIM.Com | Gresik — Kegiatan vaksinasi Covid yang digelar Pemerintah Kabupaten Gresik di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) disorot oleh pimpinN DPRD Gresik. Acara Pusat Sentralisasi Vaksinasi tersebut tidak dikelola dan ditata dengan baik sehingg menimbulkan kerumunan.
[irp]
Dalam acara yang digelar sejak 22 Juli tersebut dihadiri ratusan warga yang akan vaksin. Namun karena tidak ada penataan, yang terjadi justru muncul kerumunan. Petugas Satgas Penanganan Covid Gresik tampaknya tidak siap debgan situasi kerumunan hingga terkesan dibiarkan.
Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah mengatakan, pihaknya menyayangkan kinerja vaksinasi di Kabupaten Gresik. Pasalnya para peserta vaksin berkerumun dan bahkan ada saling dorong.
“Ini pemerintah bukannya menaati program pembatasan dan menghindari kerumunan, sebaliknya mereka malah melanggar sendiri PPKM sendiri,” ungkapnya, Jumat (23/7/2021).
Dikatakan, dengan diterapkan ppkm darurat ini banyak UMKM yang berdampak. Nantinya juga menjadi bomerang buruk untuk masyarakat.
“PKL warkop diobrak, jalan ditutup untuk hindari kerumunan, ini berkerumun kok tidak, animo masyarakat akan muncul seperti itu,”, ujarnya.
[caption id="attachment_73522" align="alignnone" width="169"]
Kerumunan warga yang hendak vaksin di WEP memanjang tanpa ada jaga jarak.[/caption]
Pihaknya berharap, agar ini tidak menjadi sorotan bagi daerah lainnya di Jawa Timur dan Indonesia. Pihaknya merekomendasikan vaksinasi di beberapa titik posko.
“Tetap dengan pendaftaran online tapi dengan tidak satu tempat, terpisah di beberapa tempat Posko,” ucapnya.
Disamping itu, lanjut politisi wanita asal partai Gerindra itu, pihaknya mewanti - wanti agar proses vaksinasi di Kabupaten Gresik tidak menjadi kluster baru. “Kalau berkerumun seperti itu, akan menjadi kluster baru,” pungkasnya.
Terpisah, juru bicara Satgas Penanganan Covid Kabupaten Gresik, dr Saifudin Gozali enggan mengomentari kritikan dari pimpinan DPRD Gresik ini. Saat dihubungi melalui telepon, Gozali menolak berkomentar karena alasan waktunya padat. Begitu juga pesan WA hanya dibaca tanpa dibalas. (rtn)
Editor : Redaksi