KLIKJATIM.Com | Gresik - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik, Jumat (13/11/2020).
[irp]
Mantan Rektor UMM ini ditemani Penny Lukito Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Agus Suprapto Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Jumlah Kesehatan dan Pembangunan Kesehatan Kemenko PMK, Eddy Satriya Deputi bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM, beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Gresik, serta petugas Bank BNI, dan para pelaku UMKM di Gresik.
Muhadjir menyakinkan lahirnya UU cipta kerja, untuk para mencari kerja dan melindungi orang bekerja.
"Kalau ada pengurangan hak, itu hal yang berarti bagi yang belum bekerja atau untuk kesempatan yang lain kerja," katanya.
Lanjut Muhadjir, pihaknya juga menyampaikan kepada para pelaku UMKM tidak ada biaya berlebihan, dan diberikan perlakuan yang khusus.
"Pelaku usaha mikro harus diperdayakan, dan layak untuk maju. BPOM harus turun ke bawah, untuk memastikan produk lokal monitor ke daerah - daerah lainnnya," terang Muhadjir.
Dalam kesempatan itu Penny Lukito Kepala badan pengawasan obat dan makanan (BPOM) menyampaikan, pihaknya melakukan pengawasan untuk menyakinkan kepada masyarakat tentang makanan, obat, dan minuman yang berkhasiat dan aman dikonsumsi.
"Ada bonus bagi UMKM pangan, dengan meringankan biaya sebanyak 50�lam hal pengurusan BPOM. Hal ini sebagai keberpihakan pemerintah," imbuhnya.
Lanjut Penny, dalam proses yang ada para pelaku UMKM dilarang menggunakan biro Jasa dalam pengurusan BPOM. Kabupaten Gresik sangat potensional dalam bidang peningkatan UMKM sebagai dukungan ekonomi.
"UMKM di kabupaten Gresik ini, bisa mendukung ekonomi lokal dan nasional," ujarnya.
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan, di Kabupaten Gresik dalam data statistik angka, angka kemiskinan sekitar 11,1. Dan dari 330 desa sudah terbentuk UMKM di beberapa dusun.
"Gresik sangat produktif dengan lahan 64.000 hektar sektor pertanian, serta angka 5,21% angka pengangguran di Gresik," kata Sambari dihadapan menteri dan OPD.
Acara juga disertai penerima nomer izin edar (NIE) produk obat tradisional dan suplemen kesehatan, bantuan APD ke rumah sakit dan Dinkes, bantuan subsidi bunga debitur koperasi untuk UMKM Rp 2, 4 juta. Sebelumnya, rombongan berkunjung ke tempat UMKM di Cerme, ke RSUD Ibnu Sina dan Universitas Muhammadiyah Gresik. (bro)
Editor : Redaksi