KLIKJATIM.Com | Jombang - Ketua Serikat pedagang kaki lima (Spekal) Jombang, Joko Fattah Rochim dikonfirmasi akan maju menjadi bakal calon dalam Pilkada tahun 2024.
Fattah mengatakan, jika dirinya maju dalam kontestasi Pilkada atas dorongan para pedangang kaki lima yang ia naungi di Kabupaten Jombang, bahkan poster dirinya telah dicetak dan dipasangan secara sukarela oleh pendukungnya.
Melanjuti hal tersebut, Fattah menentukan sikap untuk maju dalam Pilkada mendatang, dengan melakukan sowan dan memita ijin kepada Dewan Pembina Spekal Jombang yakni Agung Wicaksono, serta Warsubi yang turut maju menjadi bakal calon Bupati.
"Kemarin Minggu 4 Agustus saya menemui beliau berdua di rumahnya. Beliau-beliau mempersilahkan saya maju," kata Fattah, Senin 5 Agustus 2024.
Menurutnya dalam pertemuan yang dilakukan, ia mendapat pesan agar dalam mengikuti kontestasi politik dengan santun, saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
"Memang begitu pesannya beliau. Harus santun, tidak mencemooh, dan menjegal satu dengan yang lain sehingga membuat orang tersakiti," ujarnya.
Ia mengatakan akan tetap menjaga etika dan saling menghormati kepada setiap bakal calon dalam pemilihan November nantinya, sebagai wujud demokrasi.
"Pak Warsubi juga akan maju Pilkada Jombang. Setahu saya beliau tidak seperti itu. Orangnya santun dan menghargai setiap orang. Termasuk saya yang menemuinya untuk maju, juga didukung. Karena ini bagian dari demokrasi," katanya.
Baca juga: Gus Didin Mundur dari Jabatan Ketua BAZNAS Jombang, Bersiap Maju Kontestasi Pilkada Serentak 2024Terkait dengan langkah pendaftarannya, Fattah mengaku akan tetap mendaftar karena dorongan pendukungnya, meskipun hingga sekarang Fattah belum mempunyai partai pendukung, begitupun dengan pendaftaran calon jalur perseorangan sudah ditutup KPU setempat pada 12 Mei 2024 lalu.
"Saya tidak lewat partai, tapi independen. Apakah nanti diterima atau tidak, nanti di KPU. Ini semua bukan kehendak pribadi, tapi dorongan dari temen-temen PKL dan masyarakat lainnya. Bahkan banyak banner saya terpasang itu bukan saya yang memasang, saya juga tidak pernah tahu," ucapnya.
Fattah juga membeberkan praktik rekom parpol yang tidak wajar, sehingga dirinya mencalonkan diri jalur perseorangan murni tanpa biaya sebagai bentuk pembelajaran politik dan demokrasi.
"Saya sudah banyak mendengar dan mengetahui biaya rekomendasi maju pilkada lewat parpol itu mahal sekali, ada yang dipatok Rp500 juta sampai Rp1 miliar per kursi. Kalau parpol memiliki 10 kursi, maka sudah harus keluar Rp10 miliar. Itu hanya untuk rekomendasi. Belum lain-lainnya," bebernya. (qom)
Editor : Diana