klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gandeng Smelting, Desa Pangkahkulon Akan Kembangkan Wisata Edukasi Mangrove

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Foto bersama
Foto bersama

KLIKJATIM.Com | Gresik — Gugusan mangrove hijau di pulau kecil sekitar muara Sungai Bengawan Solo membuat mata segar. Siapa sangka kawasan itu dulunya diterabas abrasi laut karena minimnya pepohonan.

[irp]

Ketua Pokmaswas Pangkahkulon, Robbach menceritakan, dulu air di muara Sungai Bengawan Solo itu memakan hampir seluruh daratan.

"Sejak ada mangrove perlahan daratannya naik, dan pohon-pohon seperti pohon api-api tumbuh kembali," ceritanya.

Ia mengingat-ingat, awalnya perusahaan yang menaruh atensi terhadap upaya restorasi mangrove di kawasan itu adalah PT. Smelting.

"Jadi kita dulu dengan Pokmas lama kerjasama lima tahun untuk menanam dan merawat mangrove di kawasan ini, sekarang hasilnya sudah kelihatan. Nah setelah itu perusahaan-perusahaan lain turut membantu," urainya.

Nah, kedepan, gugusan mangrove itu akan dimanfaatkan sebagai tempat wisata ekologis serta edukasi. Kepala Desa Pangkahkulon, Fauron membeberkan, pihaknya akan melakukan kajian untuk mengembangkan sektor wisata berbasis mangrove di desanya.

"Jadi nanti konsepnya edukasi mangrove dan ecowisata, sentral riset juga karena ini sudah ditetapkan sebagai kawasan ekonomi esensial," ujar dia.

[caption id="attachment_85256" align="alignnone" width="300"]Smelring Rimbunan pohon Mangrove bantuan PT Smelting menjadi destinasi menarik untuk dikunjungi[/caption]

Akses menuju lokasi mangrove yang hanya lewat sungai bengawan solo juga menjadi keuntungan sendiri. Menurut Fauron konsep wisatanya adalah safari sungai sepanjang titik dermaga sampai lokasi mangrove.

"Sungai dan mangrove kan satu kesatuan ekologis, jadi menyusuri sungai dengan perahu sambil melihat ekosistem yang ada sampai lokasi mangrove bisa menjadi daya tarik sendiri," kata Kepala Desa yang mantan Wartawan itu.

Manajer General Affairs PT. Smelting Indra SW Junor mengatakan bila pihaknya siap terlibat dalam pengembangan kawasan wisata mangrove tersebut, namun harus dikaji secara detail terkait kebutuhan sarana prasarananya.

"Juga pengembangan sumberdaya manusianya yang akan mengelola. Jadi melibatkan warga masyarakat sekitar untuk mengembangkan bisnisnya," papar Indra saat mengunjungi lokasi konservasi mangrove Pangkahkulon. (bro)

Editor :