DPRD Sarankan Pemkot Surabaya Buat RS Darurat Tampung Pasien Covid-19

klikjatim.com
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Julaiana Eva Wati.

KLIKJATIM.Com | Surabaya—DPRD Kota Surabaya meminta Pemkot Surabaya mengambil langkah cepat menangani pasien covid-19 atau virus corona. Di antaranya, ruang isolasi pasien covid-19 di RSUD milik Pemkot Surabaya jumlahnya terus berkurang.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Juliana Eva Wati menilai, penanganan pasien covid-19 di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) dan RSUD Soewandi dinilai sudah maksimal. Namun, jumlah pasien covid-19 di Surabaya terus bertambah, sehingga ruang isolasi yang disiapkan kedua rumah sakit itu juga terus berkurang.

Baca juga: Gelorakan Nasionalisme dan Konservasi, Gubernur Khofifah Lepas Ekspedisi 81 Pembentangan Merah Putih di Gunung Arjuno

[irp]

“Jadi, terkiat mengenai penanganan saran saya pribadi membuat RS darurat sendiri tanpa haru menggunakan rumah susun (rusun),” katanya, di Surabaya, Senin (21/4/2020).

Saat ini ruang isolasi di RS Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya tinggal 11 kamar. Padahal, sebelumnya RS BDH telah menyiapkan 22 kamar untuk pasein covid-19. Sisa kamar itu dinggap Juliana kurang. Sebab, jumlah pasien covid-19 di Surabaya terus bertambah setiap hari.

“Kalau menurut saya jika dkatakan kurang akan kurang terus. Karena tidak ada pemutusan mata rantai penularan," katanya, di Surabaya, Selasa (21/4/2020).

Baca juga: Pascagempa M7,7 Flores: Pasokan Listrik Utama PLN Pulih 100 Persen, Fokus Perbaiki Jaringan Distribusi ke Warga

Selain di RS BDH, jumlah ruangan di RS Soewandi Surabaya juga terus berkurang. Saat ini ruag ICU (intensive care unit) di RS Soewandi yang digunakan untuk merawat pasien positif hanya tingga 16 kamar.

[irp]

"Soewandhi di Lantai Tulip, ada sebanyak 16 kamar. Ada yang di rawat di ICU. Sekarang sudah penuh karena ICU untuk pasien yang positif,” kata perempuan yang akrab di sapa Jeje.

Baca juga: Gelar Honda AT Family Day di Bojonegoro, MPM Hati-Hati Manjakan Warga lewat Hiburan dan Promo Menarik

Anggota Komisi D lainnya, Tjujuk Supariono menambahkan, selain kamar isolasi, masker N-95 di kedua RSUD tersebut juga semakin menipis. Menurutnya masker tersebut hanya bisa cukup digunakan selama lima hari kedepan saja.

"Waktu teleconfrence juga disinggung terkait masker N-95. Katanya mulai menipis," ujarnya. (mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru