Kikis Stigma Kampung Idiot, Sejumlah Warga Karangpatihan Tekuni Membatik

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Meski di tengah keterbatasan, namun hal tersebut buka menjadi penghalang bagi penyandang disabilitas untuk tetap berkarya. Bertepatan dengan peringatan hari batik pada tanggal 2 Oktober, media ini berkesempatan menengok ke rumah harapan di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo.

Lokasi tersebut merupakan tempat para penyandang disabilitas membuat batik ciprat. Tepat di depan Rumah Harapan, sudah tersedia selembar kain polos. Juga tampak seorang wanita sibuk menciprat-cipratkan (memercik-mercikkan) cat atau pewarna kain menggunakan kuas. Dia adalah Boini.

Baca juga: Sisihkan Uang Ngudek Kopi di Ponorogo, Wahyudi Akhirnya Berangkat Haji Tahun Ini

Selain Boini, ada Tukijo yang juga membuat batik ciprat. Agak sedikit berbeda, Tukijo lebih telaten. Terlihat Tukijo memberi malam pada gambar yang diciptakan.

“Setiap hari mereka selalu membatik. Ini adalah satu dari beberapa kegiatan berdaya bagi mereka yang disabilitas,” ujar Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi, Senin (3/10/2022).

Baca juga: Pulang Ngaji, 2 Bocah Ponorogo Ditemukan Tak Bernyawa di Kubangan

Eko bercerita bahwa Desa Karangpatihan memang dikenal dengan 'kampung idiot'. Tetapi lama kelamaan stigma itu hilang.

Seiring waktu, para disabilitas sudah bisa berdaya. Mereka pun tidak menggantungkan pada bantuan.

Baca juga: Enam Rumah Warga Banaran Ponorogo Terdampak Longsor

Hingga ada program dari Kementerian Sosial (Kemensos). Saat itu Kemensos ingin memberdayakan masyarakat penyandang disabilitas.

"Tujuannya ingin memperbaiki taraf hidup. Melalui Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita, Temanggung, Jateng selama satu tahun di Desa Karangpatihan, didapatkan produk batik ciprat yang dibuat di Rumah Harapan, pusat latihan kerja," pungkasnya. (nul)

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru