klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ubah Mindset, Goldmart Sasar Perempuan Milenial Berinvestasi Lewat Berlian

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: Komang Widariani (kiri) menunjukkan salah satu produknya. (Koinul M/klikjatim.com)
Foto: Komang Widariani (kiri) menunjukkan salah satu produknya. (Koinul M/klikjatim.com)

KLIKJATIM.comGRESIK – Perhiasan berlian nampaknya belum menjadi tren di kalangan perempuan milenial Indonesia, terutama di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sebuah perusahaan perhiasan ternama PT Gold Martindo (goldmart), kini mulai menyasar generasi milenial agar tertarik berinvestasi lewat berlian.

Salah satu upaya strategi bisnis tersebut dilakukan melalui kampanye bertajuk ‘Dare To Be You’. Dengan gerakan ini diharapkan bisa memotivasi perempuan Indonesia, agar menjadi diri sendiri dan lebih percaya diri mengenakan perhiasan.

“Kami mau mengangkat peran wanita Indonesia. Mungkin saat ini stigma masyarakat terkait memakai emas atau perhiasan yang beling-beling itu terkesan pamer, kemudian dianggap emak-emak atau sudah tua, bahkan dianggap sebagai Ibu-ibu sosialita. Sehingga kita mau mengubah mindset semua itu,” terang Area Manager Indonesia Timur PT Gold Martindo, IGA Komang Widariani di showroom Goldmart Gress Mall, Jum’at (05/07/2019).

[irp]

Menurutnya, anggapan-anggapan negatif termasuk berlian tidak ada harganya harus dihilangkan. Saat ini perempuan Indonesia harus lebih percaya diri, bahwa berlian memiliki harga jual. Bahkan bisa dijadikan sebagai ladang investasi.

Untuk mensuskseskan ‘Campaign Dare To be You’, Goldmart menawarkan sejumlah produk yang didesain khusus bagi kalangan milenial. Antara lain berlian dengan motif bergambar hati atau love dan huruf.

“Harganya juga variatif ada yang Rp 2 juta dan Rp 2,5 juta,” imbuhnya.

[irp]

Selain itu, upaya Goldmart untuk menarik Ibu-ibu agar belanja perhiasan telah memberikan diskon tambahan. “Untuk masyarakat Gresik sebenarnya memiliki daya beli yang sangat potensial. Tapi rata-rata mereka (belanja) masih banyak yang pergi ke Surabaya. Justru selama ini yang belanja di Gresik sendiri kebanyakan orang Lamongan,” tandasnya.

Komang pun mengakui, penjualan produknya belum sesuai target. Hingga sekarang masih sekitar 80 persen. “Kalau dirata-rata per bulan sekitar Rp 150 juta,” pungkasnya. (nul/roh)

Editor :