klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Cerita Kusir Delman Giri Difilmkan Pelajar SMAN 1 Kebomas, Bertahan Demi Menjaga Tradisi Keluarga

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Pengambilan video untuk film pendek tentang cerita seorang kusir delman di kawasan wisata religi makam Sunan Giri. (klikjatim.com)
Pengambilan video untuk film pendek tentang cerita seorang kusir delman di kawasan wisata religi makam Sunan Giri. (klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Berangkat dari keprihatinan melihat transportasi tradisional seperti delman atau dokar yang sudah jarang ditemukan di kawasan Gresik Kota, telah membuat hati para pelajar SMAN 1 Kebomas tergerak. Mereka berdiskusi dan bikin film pendek tentang sebuah cerita seorang kusir delman yang terpaksa harus bertahan di tengah mewabahnya pandemi Covid-19.

[irp]

Kebetulan film dengan panjang durasi video 8 menit itu, juga diikutkan dalam perlombaan di UGM Yogyakarta. “Kami sudah merundingkan dengan tim, sebenarnya ada banyak yang bisa diangkat menjadi tema untuk video nya. Tetapi kami melihat dokar di Giri ini mempunyai sejarah dan sebagai iconic Kota Gresik juga,” kata Sutradara Film Pendek, Sadrina.

Menurutnya, salah satu makna yang tersirat dalam pesan film ini adalah rasa kemanusiaan. Yaitu sebuah bentuk simpati dan empati terhadap sesama.

Contohnya Mbah Nuri, seorang kusir dokar yang hari-harinya mangkal di kawasan wisata religi Sunan Giri. Dalam film itu disebutkan tentang perjuangan Mbah Nuri, yang harus tetap bertahan mengais rezeqi dengan dokarnya di tengah pandemi covid.

Dibandingkan dulu, memang diakui sudah sangat jauh berbeda. Kini dongkar yang merupakan alat transportasi tradisional mulai ditinggalkan karena tergeser transportasi modern.  

Mbah Nuri adalah satu di antara kusir yang masih tetap bertahan sampai sekarang. Penghasilan yang didapatkan hanya dari jasa mengantarkan para peziarah di kawasan wisata religi makam Sunan Giri.

“Pendapatan dari tahun ke tahun semakin menurun, apalagi ditambah adanya Covid-19 yang sudah menyebar luas di Indonesia dan salah satunya di Gresik. Sehingga peziarah yang datang juga dibatasi di masa pandemi ini, dan hal itu sangat berpengaruh terhadap pendapatan kami,” papar Mbah Nuri.

Kendati demikian, tapi dia akan tetap bertahan. Sebab pekerjaan sebagai kusir delman sudah turun temurun dari keluarganya. “Walaupun sekarang rumput rumput untuk makan kuda sudah mulai susah dicari, tapi saya tetap ingin mempertahankan ciri khas dari keluarga, yaitu menarik dokar,” imbuh pria asal Sidayu tersebut.

Sadrina menambahkan, bahwa cerita film pendek ini mengajarkan kepada generasi penerus agar sedikit mengerti tentang dokar di kawasan Giri. “Harapanya masyarakat Gresik terutama generasi penerus bangsa ini dapat mengetahui pentingnya menjaga budaya atau tradisi di Gresik, khususnya dokar atau delman ini agar eksistensinya bisa terus berkembang untuk ke depanya. Kalau bukan dari kita sendiri, siapa yang akan lagi meneruskannya,” pungkas sang sutradara film. (Mas’ud/nul)

Editor :