klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dulunya Gratis, Sekarang Suket Sehat Bagi Orang Luar Gresik Dibanderol Rp 20 Ribu

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Salah satu pemohon suket sehat sedang menjalani pemeriksaan di Puskesmas Alun-alun Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)
Salah satu pemohon suket sehat sedang menjalani pemeriksaan di Puskesmas Alun-alun Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Bagi warga luar Gresik yang hendak mengurus surat keterangan (suket) sehat untuk persyaratan berlayar ke Pulau Bawean, sekarang tidak gratis lagi. Ketentuan ini berlaku per 1 Oktober 2020.

[irp]

Kepala Puskesmas Alun-alun Gresik, drg. Anisah Machmudah menuturkan, dasar penarikan biaya pembuatan suket sehat senilai Rp 20 ribu tersebut sesuai perda/1/2018. "Kalau dulu bisa diklaim oleh Dinkes (Dinas Kesehatan), sekarang tidak," katanya kepada klikjatim.com, Jumat (9/10/2020).

Menurutnya, pemberlakuan biaya selama masa pandemi Covid-19 dimulai sejak awal bulan Oktober ini. Nantinya uang dari hasil pembayaran itu digunakan untuk pelayanan dan pemenuhan fasilitas di Puskesmas setempat.

"Lihat status puskesmasnya dulu. Kalau statusnya badan layanan umum daerah (BLUD), maka difungsikan untuk puskesmas sendiri. Jika non BLUD, maka akan difungsikan dan diberikan ke kas daerah atau kasda," ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga Bawean bernama Hamid mengaku keberatan dengan penarikan ini. Meski untuk dirinya tetap gratis, tapi bagi keluarganya dari luar Gresik yang hendak berkunjung ke Bawean terpaksa harus merogoh kocek Rp 20 ribu.

“Masak hanya buat surat keterangan sehat harus bayar," keluhnya. (nul)

Editor :