KLIKJATIM.Com | Kediri - Tenun ikat merupakan salah satu kekayaan budaya lokal yang harus terus dilestarikan. Sehingga diperlukan adanya regenerasi untuk bisa tetap berjalan dengan baik.
[irp]
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Kampung Wisata Tenun Ikat di Bandar Kidul, Kota Kediri mengatakan, tradisi menenun di wilayah setempat menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan dari budaya. Karena itu pemilik tenun ikat diharapkan, bisa mengajak anak muda untuk mencintai tradisi menenun.
Dengan demikian, lanjutnya, anak muda akan menjadi bagian yang bisa melestarikan tradisi tenun. Artinya proses hulu hilirnya harus dapat berjalan dengan baik seperti pemintalan benang, mengikat.
Khofifah juga mengapresiasi terkait gerakan ekonomi UMKM melalui tenun di Kediri. Pasalnya telah memberikan contoh sangat bagus dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19.
“Ini merupakan sesuatu yang menjadi referensi para milenial lestarikan budaya menenun, karena mereka yang menenun anak-anak muda. Ini sebuah ketelatenan yang harus dibangun oleh para penenun. Dan anak-anak muda di sini regenerasinya berjalan dengan baik. Harapannya, ekonominya gerak, protokol kesehatan terjaga,” kata orang nomor satu di Jatim ini.
Selain itu, Khofifah juga mengapresiasi Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar. Karena telah mendorong masyarakat terutama ASN kota setempat untuk menggunakan masker tenun.
“Ini keren sekali. Tenun Ikat Kota Kediri akan menjadi icon baru bagi seragam di berbagai perkantoran dan sekolah, sehingga tumbuh kembang tradisi tenun akan ketemu desain yang terus terupdate,” tandasnya.
Dalam kesempatan ini Gubernur Khofifah juga menjelaskan, Pemprov Jatim memiliki Millenial Job Center (MJC). Perlu diketahui bahwa keberadaan MJC tersebut untuk menyiapkan para millenial yang punya talent. Misalkan designer web, fografer, kameramen dan sebagainya.
“Kita punya beberapa format desain program berbasis Bakorwil. MJC kita tempatkan di Bakorwil seperti di Madiun, Malang, Pamekasan, Jember, dan Bojonegoro,” jelasnya.
Untuk menunjang MJC ini, telah disiapkan command center dan co working space yang baik. Tujuannya agar para millenial bisa berinteraksi dan tanpa dikenakan biaya. (nul)
Editor : Redaksi