KLIKJATIM.Com | Gresik – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik langsung bergerak cepat melakukan tracing dan penelurusan terhadap orang dekat Ketua KPUD Gresik, Ahmad Roni yang terpapar virus corona. Hasilnya, 10 orang kontak dekat yakni komisioner dan staf sekretariat KPUD Gresik menjalani pemeriksaan usap dahak (swab) PCR di RSUD Ibnu Sina, Kamis (10/9/2020) siang.
[irp]
Juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik, dr Saifudin Gozali saat dikonfirmasi membenarkan Ketua KPUD Gresik Ahmad Roni dinyatakan positif. Pihaknya menerima surat pemberitahuan jika yang bersangkutan positif dari RSU dr Soetomo, Surabaya, Selasa (8/9/2020). Dia menjelaskan kronologis pemeriksaan, bahwa Ahmad Roni melaksanakan pemeriksaan swab mandiri di RSU Dr Soetomo pekan lalu.
Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya baru diserahkan ke Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik pada Selasa siang. Hasilnya dikethui jika Ahmad Ron i terkonfirmasi positif. Lantas pemberitahuan tersebut disampaikan ke Ahmad Roni dan dia menjalani isolasi mandiri di rumahnya."Kepada Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik, Pak Roni menyatakan dirinya karantina mandiri di rumahnya dengan pengawasan dan pemantauan dari kami. Ini kami izinkan, karena Pak Roni masuk kategori orang tanpa gejala (OTG, Red). Namun jika memang ada keluhan medis, maka kami akan membawa ke rumah sakit rujukan," jelas drg Saifudin Gozali yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik.
Terkait kontak erat dengan pasangan calon saat mendaftar, Saifudin Gozali memastikan dua bakal pasangan calon yakni Qosim-Alif dan Yani-Aminatun negatif Covid. Sebab, keduanya menjalani pemeriksaan swab di RSU Dr Soetomo Surabaya pada Senin dan hasilnya diketahui Selasa mereka bebas Covid.
Namun, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik terus melakukan tracing terhadap kontak erat Ahmad Roni. Hasil tracing, 10 orang di Kantor KPUD Gresik, masing-masing komisioner dan staf sekretariat mengikuti pemeriksaan usap dahak di RSUD Ibnu Sina, Kamis siang.
"Kesepuluh orang tersebut sudah menjalani pemeriksaan swab pada Kamis siang, dan kemungkinan hasilnya baru diketahui pada Jumat (11/9/2020) besok. Setelah orang sekretariat KPUD Gresik, kami juga akan menelusuri ke orang dekat lainnya yakni keluarga istri dan anak. Nanti mereka akan kami tracing dan ikutkan pemeriksaan swab agar diketahui hasilnya apakah tertular atau tidak," jelas Saifudin Gozali.
Hingga Kamis sore, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Gresik ada tambahan 21 orang. Sedangkan yang sembuh cukup banyak yakni mencapai 26 orang. "Kami akan terus meningkatkan tracing, tracking dan treatment untuk menekan penularan Covid di Kabupaten Gresik," pungkas Gozali. (hen)
Editor : Redaksi