KLIKJATIM.Com | Gresik – Badan Pusat Statistik (BPS) secara serentak melaksanakan sensus penduduk mulai per 1 September 2020. Di Kabupaten Gresik, dimulainya pelaksanaan sensus secara offline ini ditandai dengan penyematan rompi dan id card petugas oleh Wakil Bupati, Mohammad Qosim secara simbolis di Perkantoran Bupati, Senin (31/8/2020).
[irp]
Tampak hadir Kepala BPS Gresik, Endang Sulastri, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil), Khusaini, serta perwakilan Bappeda setempat. Dalam kesempatan ini, Wabup Qosim beserta para pejabat lainnya mengikuti pembukaan secara virtual bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.
“Sebelumnya sudah dilakukan sensus penduduk secara online yang dimulai antara bulan Februari sampai bulan Mei. Kemudian sekarang sensus secara offline yang sebenarnya itu diagendakan bulan Juli kemarin, tapi karena ada korona sehingga baru bisa dilaksanakan pada bulan September,” terang Pak Qosim, sapaan akrab Wabup Gresik.
Dijelaksan, sensus pendudukan ini sangatlah penting. Hal ini sesuai keinginan Presiden RI, Joko Widodo terkait adanya satu data yang bisa dijadikan sebagai acuan dalam berbagai bidang.
“Pak Preside menginginkan ada satu data untuk Indonesia secara keseluruhan terkait Pendidikan, sosial dan lain sebagainya biar sama. Tidak selegenje (tumpang tindih, red),” imbuhnya.
Ketika sudah ada data valid terkait satu data yang dijadikan sebagai rujukan utama, maka pemerintah juga lebih muda terkait pengawasan serta penerapan berbagai program. Terutama berkaitan dengan program-program bantuan sosial.
Dengan begitu, Pak Qosim pun mengimbau seluruh jajaran di bawahnya melalui Disdukcapil dan para Camat se Kabupaten Gresik hingga ke tingkat pemerintahan desa untuk mendukung pelaksanaan sensus penduduk. Begitu pula masyarakat setempat diharapkan berkenan membuka diri atau pro aktif menyambut kedatangan petugas sensus penduduk.
“Soal Pilkada, saya berharap kegiatan sensus ini murni jangan sampai dikait-kaitkan dengan urusan pilkada. Bu Endang (Kepala BPS Gresik), Jika ada penumpang gelap terkait oknum, misalkan ada tim sukses A atau B tolong dibersihkan agar tidak terjadi ganjalan,” tambah Wbaup dua periode ini.
Kepala BPS Gresik, Endang menuturkan, dalam pelaksanaan sensus penduduk secara offline ini waktunya sangat mepet. Hanya 15 hari terhitung per tanggal 1 September 2020. “Tapi kami tetap optimis akan bisa menyelesaikannya, karena itu mohon dukungan dan kerja samanya semua jajaran pemerintahan daerah yang di bawah,” tegasnya.
Adapun jumlah total petugas yang terjun ke lapangan ada sebanyak 902 orang dan 71 koordinator sensus kecamatan 71 (koseka). Nantinya mereka akan menyelesaikan sisa data yang belum masuk dalam sensus online. “Untuk data yang sudah ngisi sensus secara online di Gresik masih 12,5 persen atau sekitar 166.508 orang dari jumlah total penduduk sekitar 1,3 juta jiwa,” ujarnya.
Dia pun menegaskan, dalam situasi pandemi Covid-19 pihaknya sangat memperhatikan protokol kesehatan petugas di lapangan. Antara lainnya wajib memakai masker, sarung tangan, face shield dan wajib rapid test dengan hasil non reaktif.
“Sehingga kami berharap masyarakat juga ikut berpartisipasi secara aktif menerima kedatangan petugas sensus ini. Nanti dalam praktiknya di lapangan, petugas sensus akan didampingi Ketua Satuan Lingkungan Setempat (SLS), yaitu bisa RT, bisa RW atau kepala dusun yang ditunjuk,” pungkasnya. (hen)
Editor : Redaksi