klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Komplotan Jambret Surabaya Diringkus Polrestabes

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Lima orang jambret yang masuk dalam satu komplotan berhasil digulung Unit Resmob Polrestabes Surabaya
Lima orang jambret yang masuk dalam satu komplotan berhasil digulung Unit Resmob Polrestabes Surabaya

KLIKJATIM.Com| Surabaya - Lima orang jambret yang masuk dalam satu komplotan berhasil digulung Unit Resmob Polrestabes Surabaya. Kelima pelaku penjambretan ini pernah menggasak harta korban di Jl Indrapura, sekitar Gelora Pancasila, Jl Raya Kupang, Arjuno, Kya-Kya Jl Kembang , dan Jl Demak.

[irp]

Kelima pelaku masing-masing Nino Defrin (18) warga Dupak, Bubutan, Surabaya, Fahmi Atamimi (20) warga Jl Lasem, Krembangan, Surabaya, Iman Firdaus (21) warga Jl Dupak Pasar, Bubutan, Surabaya, Aris Setiawan (20) warga Jl Dupak Bangunrejo, Krembangan, Surabaya,. Serta tersangka lagi Ardiansyah (22) warga Manukan, Surabaya. Dari hasil penangkapan ini, diamankan sejumlah barang bukti. Salah satunya tiga buah sepeda motor, sejumlah ponsel, uang, tas, dan kartu ATM.

Iptu Arief Rizky Wicaksana Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, ada lima orang dalam satu komplotan yang berhasil mereka amankan. Dikatakan, pelaku sering beraksi di sejumlah jkalan protokol di Surabaya. Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari komplotan jambret yang diamankan oleh unit Jatanras.

[irp]

"Kkomplotan ini sudah beberapa kali beraksi di Surabaya. Beberapa aksi yang berhasil diungkap polisi di antaranya di TKP sekitar Gelora Pancasila, Jalan Raya Kupang, Arjuno, Kya-Kya, dan Demak. Masing-masing dari lima orang ini tugasnya sendiri-sendiri. Ada yang jadi eksekutor, dua orang joki, dan tim kipas, untuk melancarkan aksinya,” ujar Iptu Arief.

Salah seorang pelaku mengaku, mereka sudah melakukan aksi jambret di Surabaya sekitar satu tahun. Beberapa orang yang berhasil ditangkap juga diketahui residivis. Iptu Arief menjelaskan, dalam melancarkan aksinya, komplotan jambret ini melakukan model profiling atau survei terhadap calon korban. “Cari jalan-jalan yang agak besar, kedua, cari calon korban yang pakai tas cangklong. Kalau dirasa sudah tepat, diambil tasnya dirampas. Mereka (tetap) di atas motor,” jelasnya. (hen)

Editor :