KLIKJATIM.Com | Gresik – Lolosnya satu pasien positif corona atau Covid-19 asal Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Gresik bisa menyeberang ke Pulau Bawean saat mudik lebaran idul fitri kemarin mendapat sorotan tajam. Sebab upaya gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Gresik, dengan memperketat setiap calon penumpang kapal menuju pulau putri---sebutan lain Pulau Bawean---ternyata masih bisa ditembus.
“Bagi saya ini keteledoran dan kecolongan. Baik itu pihak Puskemas alun-alun, tim gugus tugas dan SOP (standar operasional prosedur) pelayaran," kritik pedas Anggota DPRD Gresik, Bustomi Khazin, Jumat (5/6/2020).
[irp]
Jika gugus tugas Covid-19 Gresik dapat bertindak tegas, seharusnya calon penumpang yang sempat reaktif hasil rapid tesnya tidak bisa lolos masuk ke Bawean. Namun, sebanyak 19 penumpang (termasuk pasien positif, red) kapal pada tangggal 25 Mei 2020 yang reaktif hasil rapid tes pertama, malah bisa menyeberang ke Bawean hanya karena rapid tes kedua menyatakan non reaktif.
Dia pun mempertanyakan, apakah semua orang yang hendak ke Bawean dalam pengawasan gugus tugas? Padahal calon penumpang yang sempat reaktif seharusnya dikarantina 14 hari terlebih dulu sambil menunggu swab, tapi malah melakukan rapid tes ulang setelah tiga hari kemudian dengan hasil non reaktif.
“Apakah saat melakukan rapid tes kedua para penumpang diawasi oleh tim gugus tugas Covid-19 atau tidak. Ini masalahnya,” lanjut politisi asal Bawean itu.
Dan setelah menyeberang ke Bawean ternyata ditemukan satu pasien positif yang termasuk dalam 19 calon penumpang sempat reaktif waktu itu. “Informasinya pasien positif ini swab mandiri di RSUD Ibnu Sina dan hasilnya keluar saat pasien sudah ada di Bawean. Dan pertanyaannya, apakah karena swab mandiri sehingga pasien tersebut bukan termasuk dalam pemantauan gugus tugas,” ujarnya.
[irp]
"Yang (sempat) reaktif ini akan menjalani isolasi mandiri dengan diawasi tiga pilar kecamatan atau desa sampai tingkat RT/RW. Selanjutnya akan dilakukan rapid tes kembali oleh Dinkes Gresik," tambah Anggota Dewan dapil Bawean.
Informasi yang dihimpun, satu pasien positif yang merupakan orang tanpa gejala (OTG) asal Bawean itu bukan berasal dari luar kota maupun luar negeri. Sebelum akhirnya mudik ke kampung halaman, perempun yang dikabarkan punya bisnis di Malaysia ini tinggal di Pulau Jawa tepatnya kawasan Gresik Kota. (nul)
Editor : Redaksi