klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pria Bertato Tewas Tertemper KA Usai Nonton Sound Horeg di Jember

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Kirban saat dievakuasi usai tertemper KA Wijaya Kusuma di jalur rel wilayah Dusun Karang Kebun, Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember
Kirban saat dievakuasi usai tertemper KA Wijaya Kusuma di jalur rel wilayah Dusun Karang Kebun, Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember

KLIKJATIM.Com | Jember – Seorang pria berinisial J (25) tewas setelah tertemper Kereta Api (KA) Wijaya Kusuma di jalur rel wilayah Dusun Karang Kebun, Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. 


Sebelum kejadian, korban diduga menonton pertunjukan sound horeg bersama teman-temannya.


Kanit Reskrim Polsek Ledokombo, Aiptu Dwi Porwanto, mengatakan korban ditemukan tergeletak di pinggir rel setelah kereta yang melaju dari arah Banyuwangi menuju Jember melintas di lokasi tersebut.


Menurut Dwi, polisi menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 04.30 WIB. Petugas bersama tenaga medis dari Puskesmas Ledokombo kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).


“Ketika petugas tiba, korban sudah tergeletak di pinggir rel kereta api,” kata Dwi saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon.


Berdasarkan keterangan awal kepolisian, kecelakaan itu terjadi bukan di perlintasan kereta api, melainkan di jalur rel antara Ledokombo–Sempolan. Korban diduga berjalan di sekitar pinggir rel ketika KA Wijaya Kusuma melintas.


“Lokasinya bukan di perlintasan. Korban diduga berjalan di pinggir rel saat kereta melintas,” ujarnya.


Sebelum kecelakaan, korban disebut sempat menonton sound horeg bersama teman-temannya. Namun, polisi belum menjelaskan secara terperinci bagaimana korban bisa berada di jalur rel hingga tertemper kereta.


Akibat kejadian tersebut, J mengalami sejumlah luka serius, yakni patah tulang terbuka pada kaki kiri, patah tulang lengan kiri, serta luka robek di bagian dagu. Korban dinyatakan meninggal dunia saat petugas tiba di lokasi.


Dwi menambahkan, petugas mendapati tubuh korban berbau alkohol. Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa korban berada dalam pengaruh alkohol ketika berada di sekitar rel. Meski demikian, dugaan tersebut belum memastikan penyebab kecelakaan.


“Tubuh korban tercium bau alkohol. Ada dugaan korban tidak menyadari kereta yang melintas saat berada di pinggir rel,” ungkapnya.


Setelah dievakuasi ke Puskesmas Ledokombo untuk penanganan awal, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada keluarga.


Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak berjalan atau beraktivitas di jalur rel kereta api. Selain bukan jalur untuk pejalan kaki, keberadaan kereta yang melintas dapat membahayakan keselamatan siapa pun yang berada terlalu dekat dengan rel.

Editor :