klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gol Menit Akhir Pupuskan Kemenangan, Persela Lamongan Ditahan Imbang De Red FC 2-2

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Persela Lamongan harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 2-2 melawan De Red FC.
Persela Lamongan harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 2-2 melawan De Red FC.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Persela Lamongan kembali gagal mengamankan poin penuh setelah ditahan imbang De Red FC dengan skor 2-2 dalam lanjutan laga Championship di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (25/10/2026).

Gol penyeimbang lawan di masa injury time memupus harapan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut untuk mempersembahkan kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri.

Persela sebenarnya sempat memimpin pertandingan lebih dulu pada menit ke-12 lewat sundulan tajam Juninho Cabral yang memanfaatkan umpan sepak pojok Caique Souza. Namun, De Red FC merespons pada babak kedua dan berhasil menyamakan kedudukan melalui sepakan Felipe Veloso di menit ke-55.

Tuan rumah kembali unggul 2-1 di menit ke-62 setelah Caique Souza bergerak cepat menyontek bola liar yang gagal dihalau kiper Dimas Galih. Kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya sirna setelah pemain De Red FC, Keven, melepaskan tembakan spekulasi jarak jauh pada menit ke-94 yang membobol gawang Persela.

Hasil seri ini memperpanjang tren kurang maksimal Persela Lamongan, setelah pada pertandingan sebelumnya ditahan imbang Deltras FC dan menelan kekalahan dari RANS. Pelatih Kepala Persela, Bima Sakti, mengaku sangat kecewa dan menyatakan bertanggung jawab penuh atas hasil imbang tersebut.

“Yang pasti kami kecewa. Saya sebagai pelatih bertanggung jawab dengan hasil ini. Memang tidak mudah mengangkat performa tim dalam situasi grafik yang menurun,” ujar Bima Sakti seusai laga.

Bima menilai gol penyeimbang De Red FC pada detik-detik akhir pertandingan menjadi momen paling menyakitkan. Ia menjelaskan, perombakan komposisi pemain yang dilakukan untuk mempertahankan keunggulan justru membuat koordinasi lini tengah Persela menjadi kendur, sehingga memberikan ruang bagi pemain lawan melepaskan tembakan jarak jauh.

Ia menegaskan, jajaran pelatih akan segera melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari skema pergantian pemain hingga manajemen ketahanan mental dalam menjaga keunggulan.

“Kami harus bangkit. Tidak ada tim yang sempurna. Ini ujian yang harus kami terima dan kami harus berbenah, harus lebih baik lagi di pertandingan berikutnya melawan Persipura,” tegas mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.

Tak lupa, Bima menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada barisan suporter setia La Mania, Curva Boys, serta seluruh masyarakat Lamongan karena belum mampu memetik hasil maksimal pada laga ketujuh ini.

Dari kubu lawan, Pelatih De Red FC, Aji Santoso, bersyukur tim asuhannya mampu mencuri satu poin di markas Laskar Joko Tingkir. Menurutnya, capaian ini telah memenuhi target minimal yang diusung timnya sebelum laga dimulai.

“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa mendapatkan poin di sini sesuai target kami, minimal satu poin. Pertandingan tadi cukup seru, kami sempat tertinggal dan pada menit akhir bisa mencetak gol,” kata Aji.

Aji membeberkan bahwa saat timnya tertinggal 1-2 dengan sisa waktu sekitar lima menit, ia menginstruksikan para pemainnya untuk tampil lebih berani melepas long pass dari area sayap dan rajin mencoba eksekusi tembakan jarak jauh.

Tambahan satu poin ini menempatkan Persela Lamongan di posisi keempat klasemen sementara dengan koleksi 13 poin. Sementara De Red FC masih tertahan di peringkat kedelapan dengan torehan 6 poin. Pada laga berikutnya, Dendy Sulistyawan dan kawan-kawan dijadwalkan kembali melakoni laga kandang menjamu Persipura Jayapura pada 31 Oktober mendatang.

Editor :