KLIKJATIM.Com | Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyiapkan revitalisasi Pasar Tanjung untuk menjawab persoalan tata kelola perdagangan yang selama ini terjadi di kawasan tersebut.
Rencana pembenahan itu disampaikan Asisten 2 Bagian Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember, Ratno Cahyadi Sembodo, saat menemui massa aksi dari warga Jalan Samanhudi, pedagang Pasar Tanjung, dan GMNI Jember di depan Kantor Bupati Jember, Senin (15/9/2026).
Ratno mengatakan persoalan Pasar Tanjung tidak bisa diselesaikan hanya dengan menertibkan pedagang yang beraktivitas di luar bangunan pasar. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan pembenahan secara menyeluruh.
"Teman-teman, penyelesaian Pasar Tanjung tidak bisa dilakukan secara parsial, harus secara komprehensif," kata Ratno saat menemui massa.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah revitalisasi bangunan Pasar Tanjung. Pemkab Jember menargetkan penyusunan detail engineering design (DED) diselesaikan tahun ini.
Sementara pembangunan fisik direncanakan mulai 2027 dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Konsep revitalisasi tersebut mencakup pembangunan gedung pasar tiga lantai. Lantai pertama direncanakan digunakan untuk pasar basah, sedangkan dua lantai berikutnya diperuntukkan bagi aktivitas pasar kering.
Selain rencana revitalisasi, Pemkab Jember juga menyiapkan 69 petak atau lokasi di dalam Pasar Tanjung untuk pedagang yang selama ini berjualan di luar bangunan pasar.
Ratno mengatakan fasilitas tersebut akan diberikan secara gratis kepada pedagang yang akan menempatinya.
"Sudah tersedia 69 petak atau lokasi yang bisa ditempati oleh 69 pedagang. Dan ini akan diberikan oleh Gus Bupati secara gratis, tidak perlu membayar, tinggal ditempati," ujarnya.
Langkah tersebut disampaikan Pemkab Jember di tengah polemik aktivitas perdagangan di sekitar Pasar Tanjung, khususnya penggunaan badan dan bahu Jalan Samanhudi.
Sebelumnya, warga dan perwakilan pedagang bersama mahasiswa GMNI Jember menggelar aksi di depan Kantor Bupati Jember. Mereka meminta pemerintah segera menyelesaikan persoalan tata kelola pasar, mengembalikan fungsi jalan, serta menindaklanjuti dugaan pungutan liar, premanisme dan intimidasi di kawasan tersebut.
Massa juga meminta Pemkab Jember membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pasar Tanjung yang melibatkan pemerintah, pedagang, warga, akademisi dan mahasiswa.
Selain itu, mereka mendesak agar kebijakan penataan Pasar Tanjung dilakukan secara transparan, partisipatif dan berkeadilan.
Dalam aksi tersebut, massa juga meminta pemerintah menandatangani pakta integritas yang memuat sejumlah tuntutan mereka.
Namun, dialog berlangsung cukup tegang. Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Diskopumdag) Jember Sartini bahkan tiba-tiba pingsan saat berada di tengah massa.
Sartini kemudian dievakuasi ke klinik internal Pemkab Jember. Ratno mengatakan kondisi Sartini memang belum sepenuhnya pulih setelah sebelumnya sakit.
Cuaca panas serta aktivitas berdiri cukup lama saat menemui massa disebut turut membuat kondisi fisiknya menurun.
Setelah Sartini dievakuasi, massa tetap melanjutkan aksi hingga ke area depan lobi Kantor Pemkab Jember. Aksi kemudian berakhir setelah massa melempar tomat dan air ke arah halaman lobi sebagai bentuk kekecewaan.
Ratno menegaskan Pemkab Jember tetap menghormati aspirasi yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, penyelesaian persoalan Pasar Tanjung membutuhkan dialog karena melibatkan kepentingan pedagang di dalam pasar, pedagang di luar pasar, warga sekitar, serta pengguna jalan.
"Sehebat apapun konflik, penyelesaiannya hanya satu, hanya melalui dialog," katanya.
Ia juga menegaskan pemerintah tidak menolak tuntutan yang disampaikan massa. Bahkan, sejumlah poin yang disampaikan GMNI dinilai sejalan dengan langkah penataan yang tengah disiapkan Pemkab Jember.
"Yang disampaikan oleh teman-teman GMNI kami apresiasi. Bukan kami menolak, 100 persen kami menyetujui apa yang tercantum di dalam tuntutan teman-teman GMNI," ujarnya.
Pemkab Jember berharap revitalisasi dan penataan Pasar Tanjung dapat menjadi solusi jangka panjang. Selain memperbaiki kondisi pasar, pembenahan tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi jalan di sekitar kawasan pasar sehingga aktivitas perdagangan dan mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih tertib.
Editor : Abdul Aziz Qomar