KLIKJATIM.Com | Gresik — Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong kolaborasi dengan dunia usaha, komunitas, dan organisasi masyarakat sipil untuk mempercepat peningkatan akses air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman saat menghadiri Stakeholder Forum dan Sharing Session 2 Program Peningkatan Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak yang digelar Cempaka Foundation di Hotel Aston Gresik, Kamis (10/9).
Washil mengatakan penanganan air bersih dan sanitasi membutuhkan kolaborasi karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan layanan, kualitas air, pengelolaan limbah, dan perubahan perilaku masyarakat.
Pemkab Gresik pun mendorong pendekatan “satu peta, satu data, dan satu intervensi” agar kebutuhan masyarakat dapat dipetakan dan program CSR perusahaan diarahkan ke wilayah yang paling membutuhkan.
Berdasarkan data Bappeda, akses sanitasi aman di Gresik pada 2025 baru mencapai 2,69 persen dari 11.787 rumah tangga, sedangkan target RPJMD 2025–2029 sebesar 23,41 persen. Sementara akses air minum mencapai 45,07 persen, dari target 78,81 persen.
Kolaborasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui dukungan Cargill Indonesia. Admin & Relations Manager Cargill Indonesia, Adi Suprayitno, mengatakan program Cargill diarahkan untuk meningkatkan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, mengurangi praktik buang air besar sembarangan (BABS), serta menekan pengeluaran masyarakat untuk memperoleh air bersih.
“Harapannya, masyarakat dapat memperoleh air bersih dengan harga lebih terjangkau sehingga turut meningkatkan kesehatan dan kondisi ekonomi,” ujar Adi.
Dalam program tersebut, Cargill mencatat 208 sambungan rumah (SR) dari target awal 202 SR dengan biaya tetap. Cargill juga mendukung pembangunan sambungan pipa primer PDAM sepanjang 250 meter serta dua unit fasilitas sanitasi di Kelurahan Sidokumpul.
Sementara itu, Direktur Cempaka Foundation Sarifudin Lathif mengatakan pihaknya telah menjalankan program air bersih dan sanitasi di Gresik sejak 2021. Salah satunya melalui pengembangan model master meter di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, yang melibatkan masyarakat dalam pengelolaan layanan air.
Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat tersebut diharapkan mampu memperluas akses air bersih dan sanitasi sekaligus meningkatkan kesehatan, kualitas lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat Gresik.
Upaya ini juga menjadi bagian dari percepatan pencapaian SDGs 2030, khususnya Tujuan 6 mengenai akses air bersih dan sanitasi yang layak.
Editor : Wahyudi