klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Antisipasi Kemarau, Pemkab Lamongan dan Kementan RI Cek Potensi Kekeringan di Sugio

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak cepat melakukan peninjauan lapangan guna mengamankan ketersediaan air dan pertanaman padi di wilayah pertanian.
Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak cepat melakukan peninjauan lapangan guna mengamankan ketersediaan air dan pertanaman padi di wilayah pertanian.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melakukan survei potensi kekeringan pada lahan pertanian sekaligus menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga pertanaman padi pada musim kemarau. Salah satu intervensi utama yang disiapkan ialah penguatan jaringan irigasi perpompaan dan perpipaan guna memastikan ketersediaan pasokan air bagi lahan pertanian warga.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Dani Gartina, turun langsung mengecek kesiapan lahan pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan pada Senin (10/8/2026). Peninjauan lapangan tersebut menyisir tiga desa di Kecamatan Sugio, yakni Desa Kramat, Desa Lopang, dan Desa Jubel Kidul.

Dalam peninjauan yang berlangsung hingga malam hari tersebut, Sekretaris Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan RI, Dani Gartina, menyampaikan bahwa salah satu lokasi yang ditinjau telah memiliki fasilitas rumah pompa yang diproyeksikan mampu mengairi hingga sekitar 600 hektare lahan.

"Untuk mengoptimalkan operasionalnya, masih diperlukan dukungan jaringan serta penyambungan listrik resmi," ujar Dani di sela-sela peninjauan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lamongan, Mugito, menjelaskan bahwa proses pemetaan lahan berpotensi kekeringan saat ini masih terus dikompilasi secara masif di seluruh wilayah.

Beberapa lokasi lahan pertanian sebelumnya telah menerima dan memanfaatkan alokasi program bantuan pompa serta irigasi perpipaan, seperti di Desa Jubel Kidul dan Desa German, Kecamatan Sugio, serta beberapa titik lokasi lainnya. Adapun areal pertanian yang belum tertangani akan segera diusulkan untuk memperoleh intervensi susulan dari pemerintah pusat maupun daerah.

Langkah mitigasi dan penguatan infrastruktur irigasi ini menjadi elemen krusial mengingat kepastian pasokan air merupakan kunci utama dalam mempertahankan produktivitas padi, sekaligus memperkokoh posisi Kabupaten Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Editor :