klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kebakaran Gresik Tembus 141 Kejadian hingga 26 September, Sejumlah Kasus Dipicu Pembakaran

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Kebakaran gudang rongsokan di Gresik. (Dok/Damkar Gresik)
Kebakaran gudang rongsokan di Gresik. (Dok/Damkar Gresik)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Gresik mencatat 141 kejadian kebakaran sepanjang September 2026 hingga Sabtu (26/9). Pada periode yang sama, tercatat 55 kejadian penyelamatan atau rescue.

Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Gresik, Suyono, mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi kejadian kebakaran yang tercatat hingga 26 September 2026.

“Untuk September 2026 sampai saat ini tercatat 141 kejadian kebakaran dan 55 kejadian rescue,” kata Suyono.

Sejumlah kebakaran terjadi di beberapa wilayah Gresik pada Jumat (25/9) hingga Sabtu (26/9). Dalam laporan petugas, beberapa kejadian diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah, lahan, sekam maupun sisa bambu yang kemudian merembet akibat kondisi panas dan angin.

Salah satunya terjadi di lahan kosong RT 001/RW 006, Dusun Bendil, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Jumat (25/9). Api diduga berasal dari pembakaran lahan oleh warga yang tidak diawasi hingga kemudian meluas karena tertiup angin.

Petugas Pos Damkarmat Menganti menerima laporan pukul 15.15 WIB dan tiba di lokasi pukul 15.27 WIB. Api berhasil dipadamkan dan dilakukan pembasahan hingga kondisi dinyatakan aman pada pukul 16.43 WIB.

Pada hari yang sama, kebakaran terjadi di gudang rongsokan di Desa Melirang, Kecamatan Bungah. Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merembet ke gudang penyimpanan kayu milik Saiful.

Pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas Pos Dukun mendapat bantuan Pos Kota dan alat berat untuk mengurai material bangunan yang roboh sehingga titik api lebih mudah dijangkau. Proses penanganan selesai sekitar pukul 16.12 WIB.

Kebakaran juga terjadi di lahan kosong dan area pepohonan bambu di Dusun Randegansari, Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo. Pemilik lahan disebut semula membakar sisa bambu dan dedaunan. Namun, api kemudian merembet akibat kondisi cuaca panas dan angin.

Petugas Pos Driyorejo tiba di lokasi pukul 16.48 WIB dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.21 WIB.

Sementara itu, kebakaran dengan waktu penanganan lebih panjang terjadi di tempat penampungan daur ulang di Jalan KAI, Desa Tebalo, Kecamatan Manyar. Api diduga bermula dari pembakaran sekam di area persawahan yang kemudian merembet ke alang-alang kering dan area penampungan limbah.

Laporan diterima pada Jumat (25/9) pukul 15.17 WIB. Petugas melakukan pemadaman dan pembasahan dengan dukungan suplai air dari BPBD Gresik, DLH Gresik, serta tangki air dari pihak luar. Penanganan baru selesai pada Sabtu (26/9) pukul 01.50 WIB.

Pada Sabtu (26/9), kebakaran kembali terjadi di sejumlah lokasi. Di Jalan Dewi Sekardadu, Segoromadu, Kecamatan Kebomas, sampah dan pepohonan di area lahan pabrik Taychi kembali terbakar setelah sebelumnya ditangani petugas.

Api kembali muncul pada pagi hari dan menimbulkan asap cukup tebal. Petugas Damkarmat melakukan pemadaman dan pembasahan. Penanganan juga mendapat bantuan satu unit tangki dari PT Indospring.

Kebakaran alang-alang terjadi di kawasan Wisma Sidojangkung Indah, Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti. Berdasarkan laporan, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas kerja bakti di sekitar makam. Petugas Pos Menganti dan Pos Driyorejo dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Petugas menghadapi kendala berupa akses jalan perumahan yang sempit. Namun, api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman.

Di Kecamatan Driyorejo, alang-alang di kawasan CV Tristar Jaya, Jalan Raya Desa Sumput, juga terbakar. Api disebut berasal dari sampah yang dibakar warga kemudian merembet ke alang-alang.

Petugas melakukan pemadaman dan pembasahan hingga api berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Kebakaran lain terjadi di Jalan KH Syaifi, Desa Suci, Kecamatan Manyar. Api kembali muncul dari dalam Goa Suci setelah sebelumnya sempat dipadamkan warga dengan bantuan satu unit tangki air swasta.

Petugas Damkarmat kembali melakukan pemadaman dan pembasahan hingga area lahan serta bagian dalam goa dinyatakan aman.

Dari sejumlah laporan tersebut, Damkarmat Gresik mencatat beberapa kejadian diduga berkaitan dengan pembakaran yang kemudian merembet ke area sekitar. Faktor cuaca panas dan angin juga disebut dalam beberapa laporan sebagai kondisi yang membuat api lebih cepat meluas.

Suyono mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, terutama di sekitar lahan kering dan area yang mudah terbakar.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kejadian kebakaran agar dapat ditangani petugas secepat mungkin.

Editor :