klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Buka Tahap Offline Session Megpreneur 2026, Pak Yes Dorong Wirausaha Muda Lamongan Ciptakan Lapangan Kerja

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) membuka Offline Session Megpreneur 2026 di Aula Gajah Mada Pemkab Lamongan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) membuka Offline Session Megpreneur 2026 di Aula Gajah Mada Pemkab Lamongan.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah dengan menggelar program Megpreneur 2026.

Memasuki tahap Offline Session selama tiga hari pada 26–28 Agustus 2026, gelaran edukasi bisnis tersebut dibuka langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Aula Gajah Mada Kantor Pemkab Lamongan Lantai 7, Rabu (26/8/2026).

Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme ratusan generasi muda yang berpartisipasi. Menurutnya, hal tersebut menjadi sinyal positif bahwa anak muda Lamongan kini tidak sekadar berorientasi mencari kerja, melainkan mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru.

"Ini luar biasa, antusiasmenya menunjukkan bahwa anak-anak muda kita tidak hanya ingin mendapatkan pekerjaan, tetapi juga ingin menciptakan peluang baru dan lapangan pekerjaan," tutur Pak Yes.

Ia menegaskan, Megpreneur merupakan salah satu program prioritas Pemkab Lamongan untuk memperkuat sektor UMKM serta perekonomian daerah melalui pengembangan usaha, perluasan akses pasar, pembiayaan, hingga peningkatan daya saing. Pak Yes mendorong agar potensi besar Lamongan di sektor pertanian dan peternakan tidak hanya dilihat dari sisi produksi, melainkan dieksplorasi hingga tahap pengolahan, inovasi, dan pemasaran modern.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Lamongan, Anang Taufik, menyampaikan bahwa Megpreneur 2026 dirancang untuk mencetak pebisnis sukses yang mampu memperkuat ekosistem bisnis lokal dari hulu ke hilir.

Dari total 319 pendaftar, sebanyak 200 peserta terpilih untuk mengikuti Offline Session. Peserta mencakup berbagai sektor bisnis, seperti agrobisnis, Food & Beverage (F&B), layanan jasa, hingga teknologi dan aplikasi. Sebanyak 76 persen peserta tercatat telah memiliki bisnis berjalan, sementara 23 persen lainnya berada pada tahap ide bisnis.

Selama tiga hari pembekalan, para peserta mendapatkan pendampingan intensif dari mentor berpengalaman, alumni sukses Megpreneur, hingga narasumber skala nasional. Salah satu pemateri yang dihadirkan adalah Head of Public Policy & Government Relations Tokopedia dan TikTok Shop E-commerce Indonesia, Hilmi Adrianto.

Semangat pengembangan usaha ini dirasakan langsung oleh salah satu peserta, Ahmad Arif Satria, pemilik usaha perdagangan Latar Cendhani dari Sendangduwur.

"Di Megpreneur saya ingin belajar mengembangkan usaha, mengingat saat ini pasti banyak sekali pesaing bisnis di sekitar kita. Saya ingin memperdalam pengetahuan tentang mengelola media sosial bisnis agar lebih menarik dan menjangkau lebih banyak pembeli," ungkap Arif.

Editor :